Skip to main content

Surat-surat Dibuang Malang

Singgalang, Minggu (12/4/2015)
Judul: Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh
Penulis: Aliya Nurlela
Penerbit: FAM Publishing
Terbit: Mei 2014
Tebal: 505 hlm; 13 x 21 cm
ISBN: 978-602-7956-53-7
Resensiator: Resensi Acet Asrival


Ada banyak cara untuk menyatakan cinta, mengekspresikan cinta, dan menjaga cinta agar tetap utuh. Setiap orang memilki cara tersendiri untuk memaknai perasaan itu. Ada yang menggunakan ungkapan langsung (lisan) ada juga yang menggunakan surat (tulisan) untuk menyampaikan perasaan kagum, rindu, dan cinta. Ada pula cinta yang diperlihatkan dengan sikap dan perhatian.

Novel Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh karya Aliya Nurlela ini telah mewakilkan berbagai cara dalam menyatakan cinta itu. Amila sebagai tokoh utama dalam novel ini adalah objek cinta itu sendiri. Amila menerima banyak ungkapan cinta dari laki-laki yang ikut berperan dalam cerita. Banyak cara yang mereka lakukan untuk membuat Amila menyukainya. Cara yang dominan dipakai adalah melalui surat. Surat yang mereka buat dari hati yang paling dalam, dari rasa yang paling tulus.

Novel berlatar Pasundan-Ciamis ini menceritakan tentang perjalanan hidup Amila. Lika-liku kehidupan yang ia jalani banyak tantangan dan godaan. Bagi Amila ia harus kuat untuk menjalaninya. Bagaimanapun berat masalah itu, ia hadapi dengan sikap bijaksana dan berusaha mencari solusinya.

Banyak lelaki yang menyatakan cinta padanya. Sebut saja, Pak Dika guru MTs yang tergila-gila akan kecantikan dan kecerdasan Amila. Darta preman kampung yang berusaha untuk mendekati Amila. Ada Pak Ray yang dengan diam-diam mengagumi Amila. Ada Ravij, dan terakhir ada Zahda Amir sang penyelamat Amila dari penculikan Sutradara Joe. Zahda Amir yang begitu tulus memberikan perhatian untuk Amila.

Mereka menyatakan cinta pada Amila lewat sepucuk surat. Surat-surat itu diterima Amila dengan perasaan biasa saja. Meskipun dari surat-surat yang ia terima, Amila berniat untuk membalas surat itu, tapi ia tidak cepat mengambil keputusan, karena Amila ingat pesan orangtuanya, bahwa ia tidak boleh pacaran. Untuk itulah Amila berusaha untuk tidak merespon surat-surat itu. Akhirnya surat-surat yang dikirim untuk Amila menjadi surat-surat yang dibuang malang. Surat yang tidak mendapat balasan apa-apa. Surat-surat malang yang tersimpan dalam kenangan setiap laki-laki yang mencintai Amila.

Surat terakhir adalah dari Zahda Amir. Laki-laki yang Amila kagumi dan cintai. Cinta pada Zahda Amir betul-betul membuat ia resah. Mengapa tidak, sudah lama ia menantikan pertemuan dengan Zahda Amir, seorang penulis terkenal, yang baik dan memberi motivasi dalam tulisan-tulisannya. Penulis yang rendah hati-meskipun ada yang tidak menyukai dan mencaci-caci tulisan Zahda Amir. Zahda Amir juga penyelamat Amila ketika ia diculik oleh sutradara Joe-pelatih vokal di Sanggar Sampah-tempat Amila latihan. Zahda Amirlah yang menyelamatkan jiwa Amila dari ancaman itu.

Setelah kejadian itu, Amila memutuskan untuk tidak mengikuti pelatihan di Sanggar Sampah itu lagi. Ia sudah bertekad untuk melupakan mimpinya menjadi penyanyi terkenal. Ia memilih jalan lain dengan bergabung di Komunitas Dakwah binaan Teh Rahmah. Amila juga ikut kegiatan Lembaga Dakwah di kampusnya. Amila betul-betul berubah, ia telah menjadi mulimah sejati dengan balutan jilbab dalam di tubuhnya.

Cinta Amila pada Zahda Amir tumbuh dengan seiring berjalannya waktu. Amila dan Zahda Amir mendirikan taman bacaan yang mereka beri nama Taman Baca Galuh (TBG). Kedekatan pun terjalin dengan baik. Zahda Amir secara diam-diam menyukai Amila, ia memendam cinta itu dengan sabar hingga menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan perasaan itu pada Amila.

Kedekatan mereka menumbuhkan benih-benih cinta. Amila menunggu kabar dari sikap Zahda. Zahda menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan cinta itu. Hingga suatu hari, Zahda menitipkan sepucuk surat untuk Amila. Surat itu ia selipkan dalam buku yang ia berikan pada Amila. Amila menerima surat itu dengan hati berdebar, ia baca setiap paragraf surat itu.

Namun sayang, surat Zahda Amir tidak jauh berbeda dari nasib-nasib surat yang diterima Amila sebelumnya. Amila tidak membalas surat itu. Bukan karena Amila tidak menyukai Zahda Amir atau tidak menerima tawaran menikah dari Zahda Amir. Sungguh bukan itu. Sebaliknya Amila sangat mengharapkannya. Tapi sayang, dalam surat yang Amila terima, Zahda Amir sengaja tidak mencantumkan nama tujuan dari surat tersebut. Amila mengira surat itu untuk Ardina- gadis yang selama kedekatannya dengan Zahda Amir sering membuat ia cemburu. Ardina sering datang menemui Zahda Amir untuk berkonsultasi. Amila mengira surat itu untuk Ardina.

Surat Zahda Amir- surat-surat yang dibuang malang. Surat yang ia kirim tidak dapat balasan. Malah surat undangan pernikahan yang ia terima dari Amila. Amila memutuskan menikah dengan lelaki bernama Fahri. Amila merasa harapan untuk bersama Zahda telah pupus. Sekali lagi Amila telah salahsangka. (*)

Lihat koleksi buku-buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...