Skip to main content

Ulasan Puisi "Terdiam" Fitri Wahyuning (FAMili Jambi)

ilustrasi
Puisi ini adalah pungguk merindukan bulan. Mimpi yang tidak pernah bisa tercapai walau berusaha sekuat tenaga. Mimpi yang sekadar mimpi. Jika seseorang bangun, maka ia sadar ia tidak bisa mencapai apa yang dia impikan. Rasa-rasanya dunia seakan berkhianat dan semua orang tertawa melihat diri menderita.

Pilihan diksi yang lugas begitu mudah dicerna, hingga kurang ditemukan kejutan atau sentakan yang menggoda sebagaimana seharusnya pembaca bisa menikmati sebuah puisi. Namun tentunya, puisi selalu bebas dibentuk seperti apa oleh pembuatnya; tidak ada aturan sebuah puisi harus begini atau begitu, sebab itu hanya akan mengekang daya cipta seorang penulis puisi. Selama puisi mampu menuangkan rasa, seitdaknya begitu, ia sudah bisa disebut "puisi".

Ada beberapa koreksi penulisan, di antaranya: "ku harapkan", "bsa", dan "inggin" yang mestinya ditulis "kuharapkan", "bisa", dan "ingin". Pesan untuk penulis adalah latih kepekaan Anda pada suasana sekitar. Gunakan daya khayal sekaligus rasa yang tinggi, sehingga menulis puisi tidak sekadar membuat gambaran dalam kepala, tetapi juga mengundang debaran tak tentu di hati, bila memang puisi itu berisi tentang derita, misalnya.

Baca juga karya-karya penyair lain. Semakin Anda banyak membaca dan berlatih, maka suatu saat puisi yang tercipta akan lebih memiliki rasa dan daya kejut. Jangan berhenti menulis.

Salam santun, salam karya!

TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING]

Terdiam

Oleh Fitri Wahyuning
(IDFAM3325U)

Aku bermimpi
Menggapai apa yang kuharapkan
Menari nari
Dalam impian itu
Namun,aku akhinya terjatuh
Dari apa yang bukan ku harapkan

Tak seorang pun menolongku
Yang ada hanya melihatku
Dari kejauhan..
Dan semakin jauh
Seperti tertinggal bus kota yang Semakin melaju

Aku terdiam namun pikiranku tak bsa diam
Aku inggin bergerak namun aku tak bisa bergerak

Seseorang tolong
Aku....

Lihat koleksi buku-buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...