Skip to main content

Almi Yanti: “Menulis Kegiatan Menyenangkan”

Almi Yanti
Gadis kelahiran Padangpanjang, 12 September 1990 ini memiliki nama lengkap Almi Yanti. Ia telah menamatkan program sarjana di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Jurusan Pendidikan Matematika. Saat ini ia bekerja di salah satu bimbingan belajar di Kota Padangpanjang sebagai tentor Matematika sejak 2013.

Ia tertarik pada bacaan ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu seorang tetangga meminjamkan salah satu majalah anak-anak yang menarik perhatiannya. Dari sanalah ia mulai membaca dongeng dan kisah lainnya, hingga semua cerita yang ada dalam buku paket bahasa Indonesia menjadi sasaran lain untuk dibaca.

Keinginan menulis muncul saat ia duduk di kelas sepuluh. Saat itu, salah seorang guru memperkenalkan sebuah majalah remaja. Jika ada siswa yang berminat untuk mengirim puisi atau cerpen bisa menyalurkan karyanya pada guru untuk dikirim ke majalah tersebut. Ia mulai menulis puisi dan cerpen semampu yang ia bisa berbekal bacaan ataupun novel-novel yang pernah ia baca sebelumnya. Tentu tak sendiri, ia berkolaborasi dengan teman sebangkunya. Berhubung tak ada kejelasan mengenai majalah tersebut dan tak ada informasi lebih lanjut,  tulisan-tulisan itu tak pernah diberikan kepada ibu guru apalagi dikirim ke majalah.

Kejadian yang berkesan dalam pengalaman menulisnya adalah ketika novel yang ia garap bersama temannya saat kelas sebelas hilang karena keteledoran sang teman. Ia benar-benar sedih kala itu. Namun, ia berpikir bahwa ia hanya perlu menulis dan menulis lagi.

Putri dari pasangan Bapak Andi Fendel dan Ibu Yurma Yulis ini, adalah sulung dari enam bersaudara. Menulis salah satu kegiatan yang menyenangkan baginya. Di mana ia bisa menuangkan isi pikiran, kegelisahan, kegundahan, dan kegembiraan yang tidak selalu bisa ia ungkapkan lewat lisan. Motto hidupnya adalah berpikir besar dan bertindak sekarang.

Keinginannya untuk menulis sempat pudar beberapa waktu lalu. Namun, dua tahun terakhir ia mulai kembali membangkitkan semangatnya. Karena menjadi penulis merupakan salah satu impiannya. Ia mulai ikut grup kepenulisan di dunia maya. Gadis yang akrab disapa Almi ini pernah mengikuti lomba yang diadakan FAM Indonesia dengan tema ‘TKI: Hujan Emas di Negeri Orang Hujan Batu di Negeri Sendiri’ dan berhasil meraih predikat sebagai nominator 100 naskah cerpen terbaik. Salah satu karyanya dipublikasikan bersama 70 penyair lain dalam buku ‘Ibu dalam Balutan Rindu’ awal 2015 lalu yang diterbitkan oleh FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia.

Pada bulan November 2015 ia bergabung di Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia dan resmi mengantongi ID FAM 3904U. Ia mengajak teman-teman lainnya untuk ikut bergabung di FAM Indonesia, berkarya untuk dunia.

Bagi teman-teman yang ingin bersilaturahim dengan Almi, bisa add Facebook-nya: “Alana Zee”, Email: Almiyantilovely@gmail.com, dan kunjungi blognya: http://menemukan-aja.blogspot.com/. (*)

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...