Skip to main content

Pendiri Kampung Inggris Apresiasi Novel Senyum Gadis Bell’s Palsy

Eko Prasetyo, Pembicara di Acara Bedah Novel "Senyum Gadis Bell's Palsy Karya Aliya Nurlela
Pare (FAMNews) -- Pendiri Kampung Inggris M. Kallend Osen memberi apresiasi atas terbitnya novel “Senyum Gadis Bell’s Palsy” karya Aliya Nurlela, Minggu(6/12/2015), di Meeting Hall Basic English Course (BEC) Kampung Inggris, Pare, Kediri, dan diikuti seratusan peserta.

Bedah novel bersamaan talkshow kepenulisan itu merupakan kegiatan kedua setelah novel yang sama diluncurkan dan dibedah di SMK Negeri 1 Lengkong, Nganjuk, Ahad (21/11/2015), lalu.

“Ini pertama kali diadakan talkshow dan bedah novel di BEC,” ujar M. Kallend Osen.

Sebagian besar peserta bedah novel tersebut diikuti siswa kelas tutor BEC, yaitu kelas khusus yang para siswanya telah menyelesaikan program dasar dan bertugas membimbing kelas di bawahnya.

“Peserta kelas tutor ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, baik Jawa maupun luar Jawa,” ungkap M. Kallend Osen.

Dia memaparkan, seiring dikenalnya Kampung Inggris, orang yang datang belajar bahasa Inggris tidak hanya dari Indonesia, tetapi dari beberapa negara di dunia.

“Siswa luar negeri yang ingin belajar di BEC, biasanya saya sarankan agar belajar Bahasa Indonesia dahulu. Di Malang, kebetulan ada jasa kursus Bahasa Indonesia untuk orang asing. Semoga ke depan, Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia juga menyedikan jasa ini,” ujarnya.

Bedah novel “Senyum Gadis Bell’s Palsy” menampilkan pembicara Eko Prasetyo, mantan editor Jawa Pos yang juga penulis puluhan buku. Moderator dipandu Arifa, guru jurnalistik SMA Negeri 4 Kediri.

Penulis novel “Senyum Gadis Bell’s Palsy Aliya Nurlela pada kesempatan itu berbagi proses kreatif menulis. Menurutnya, novel yang ditulisnya terinspirasi dari kisah nyata pribadinya yang mengalami sakit bell’s palsy dan saat ini sedang proses penyembuhan (85% kesembuhan).

Menurutnya, hal paling berat yang dirasakan penderita bell’s palsy adalah kehilangan rasa percaya diri, minder bertemu banyak orang apalagi setelah wajah terlihat tidak simetris. Kondisi itu pun pernah dialami Aliya Nurlela, bahkan ia sempat terpuruk beberapa waktu lamanya.

“Lewat menulis, juga dukungan orang-orang terdekat, semangat saya kembali bangkit dan perlahan saya dapat membuang rasa minder yang selama ini menjadi momok,” ujar Aliya Nurlela yang juga Sekjen FAM Indonesia.

Dia berharap, novel “Senyum Gadis Bell’s Palsy mendapat tempat di hati pembaca terutama para penderita bell’s palsy yang memerlukan suntikan semangat serta tambahan informasi mengenai penyakit itu.

Sementara Eko Prasetyo yang membahas novel tersebut mengatakan, novel “Senyum Gadis Bell’s Palsy” novel inspiratif, unik, memiliki gaya tutur khas dan bersifat romantis. “Tidak mudah menulis novel yang bisa merangkum pesan cinta, literasi dan sekaligus dakwah. Namun, Aliya Nurlela berhasil merangkum tiga hal tersebut dalam novelnya,” ujar Eko Prasetyo.

Peserta yang mengikuti acara itu sangat antusias seiring banyaknya pertanyaan diajukan. Acara tersebut juga dipadukan dengan Kopi Darat (Kopdar) ke-6 FAM Wilayah Karesidenan Kediri yang menghadirkan dua siswi sekaligus anggota FAM berprestasi dan telah beberapa kali meraih penghargaan tingkat kabupaten, yaitu Mahyatul Fikriya (SMAN 2 Pare) dan Naela Nuril Alfin (MTs Model Pare). Keduanya didaulat membaca puisi sehingga menambah semarak acara. (*)

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...