Disebut "kecil" karena tidak ada balas. Cinta bertepuk sebelah tangan sedang ditelusuri penulis dengan cara unik. Lihat bait pertama, dua baris pertamanya berbunyi "bahkan dalam hening, gemericik hujan kemarin masih terdengar". Sesuatu yang kecil bisa tidak terabai, itulah maksud bait pertama. Menuju bagian berikutnya, pembaca dibelokkan pada keadaan "aku", sosok yang terabai, yang jauh lebih malang dari gemericik hujan kemarin atau embun di pagi petang.
Tim FAM menilai penulis punya modal untuk menjadi penyair yang baik kelak. Diksi sederhana terasa ampuh, bukan sekadar tempelan. Hanya tinggal berlatih dan berlatih saja, agar puisi-puisi terbaru ke depan lebih baik. Di puisi ini ada kesalahan EYD, yakni pada "dipagi" yang harusnya "di pagi". Selebihnya, tampaknya sudah tepat.
Salam aktif,
TIM FAM INDONESIA
[BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING]
Jejak Kecil
Oleh: Liza Hilda Noor Azizah IDFAM3801M
Bahkan dalam hening
Gemericik hujan kemarin masih terdengar
Bahkan dalam petang
Embun dipagi hari masih terpandang
Bahkan dalam sunyi
Kau datang dalam keterjagaan malam
Bahkan dalam rapuh
Aku masih tersenyum untuk pilu
Melihat jejak kecil yang membekas dalam keluh
Menyaksikan tawa dalam rekam langkah kita
Berbagi cerita untuk kisah yang tak ingin kau kenang
Menebar cinta untuk masa yang kau anggap hampa
Liza Hilda Noor Azizah
IDFAM3801M
Kuningan JABAR
Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
Tim FAM menilai penulis punya modal untuk menjadi penyair yang baik kelak. Diksi sederhana terasa ampuh, bukan sekadar tempelan. Hanya tinggal berlatih dan berlatih saja, agar puisi-puisi terbaru ke depan lebih baik. Di puisi ini ada kesalahan EYD, yakni pada "dipagi" yang harusnya "di pagi". Selebihnya, tampaknya sudah tepat.
Salam aktif,
TIM FAM INDONESIA
[BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING]
Jejak Kecil
Oleh: Liza Hilda Noor Azizah IDFAM3801M
Bahkan dalam hening
Gemericik hujan kemarin masih terdengar
Bahkan dalam petang
Embun dipagi hari masih terpandang
Bahkan dalam sunyi
Kau datang dalam keterjagaan malam
Bahkan dalam rapuh
Aku masih tersenyum untuk pilu
Melihat jejak kecil yang membekas dalam keluh
Menyaksikan tawa dalam rekam langkah kita
Berbagi cerita untuk kisah yang tak ingin kau kenang
Menebar cinta untuk masa yang kau anggap hampa
Liza Hilda Noor Azizah
IDFAM3801M
Kuningan JABAR
Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments
Post a Comment