Skip to main content

Puisi-Puisi Mkd Aan’s

MKD AAN’S, adalah nama pena Mukoddas Aliyasun. Ia berasal dari Pulau Garam (Madura). Mulai menggeluti dunia tulis menulis sejak SMP di Jrengik Sampang Jawa Timur, dan pernah aktif sebagai tim redaksi majalah di Pesantren Salafiyah di Assirojiyyah Sampang. Hobi membaca, menulis dan melukis. Telah memenangkan berbagai kompetisi menulis dan melukis. Email: Mkdaanlove@gmail.com.

KISAH LELAKI YANG MELAWAN TAKDIR

Ia lelaki penuh siluet-siluet.
Selembar mendung sore melambai di atas pohon pohon srikaya tempatnya berdiri.
Ia ingin terbang seperti burung-burung. 
Senja itu kelabu. Lebih kelabu dari daun-daun jatuh. 
Ingin sekali menghancurkan segalanya. Pelteng tua di samping rumah. Atap-atap. 
Bahkan keluarga ayam yang memunguti langkah kakinya dari belakang. 
Husshh—teriaknya acuh tak acuh.

Adakah yang lebih sulit dari menahan napas pada waktu itu. 
Takdir menurutnya tak adil. Karena itu ia bersembunyi di balik senja. 
Senja yang biasanya mirip senyum ibu ketika mengajaknya makan malam. 
Tapi yang dilihat ? Apakah ini. Menyebalkan.

Siluet-siluet kelabu. 
Mendung lembar-lembar. 
Kini Tuhan tambahkan padanya rintik-rintik gerimis.

Ah. Dia lelaki yang berusaha melawan takdir. 
Bisakah ia bersembunyi dalam bak mandi, di bawah kolong
Atau mencoba menutup lubang goa dari dalam. 
Pikirnya ia bisa tidur seratus tahun lebih.
Namun kakinya terlanjur sakit.
Bokongnya penuh daun-daun. Lalu ia coba berjalan kembali biar semuanya usai.

Siluet-siluet, hitam. 
Pekat. Tak lagi samar-samar.
Cepatlah ia bersembunyi. Sebelum ia terjebak malam. 

Tuhan masih menyayanginya.
Namun lelaki yang membenci takdirnya begitu picik. 
Ia mulai memenjarakan kunang-kunang. 
Melewati lembah, melewati gunung. Melewati sungai. 
Melewati dzikir petang. Kini ia lah yang memenangi malam.

Siluet-siluet. Kabut. 
Sesak. Duri-duri menghujam.
Ia mulai berjambaki dedaunan.
Wajahnya. Penuh kecurigaan pada tuhan. 

Tempat persembunyian yang sempurna. 
Ia mulai menggali tanah-tanah. Batu-batu berjatuhan. 
Ia tersenyum penuh kemenangan.

Ah—Dingin. 
Dingin. Siluet-siluet napasnya.
Mulai berakhir seperti habisnya malam.
Dan kunang-kunang terbang mengangkat mayatnya. 
Takdirnya sudah usai. Sebelum ia berusaha.
Dan tuhan selalu menyayanginya.

Jungakarang, 03-02-16

PULANG

Lampu jalan mulai redup.
Kantuk mulai sepi.
Dan rindu mulai kembali digelar, pada tikar-tikar perjalanan.
Pada matahari yang mulai naik mendahului gunung-gunung.

Seseorang terpaku, dengan jaket dililitkan ke dagu.
Dan wajahnya masih berbau tempat tidur.
Menunggu bus datang membawanya pergi.
Pergi menjauhi kota diatas tanah.

Dan pulang pun menjadi kata yang sangat asing baginya. 
Asing dari yang paling asing.
Matahari pun seperti ia tidak kenali.
Ia sangka bola lampu jalan atau rembulan yang terlambat pulang.

Oh, tuhan
Dan lagi-lagi pulang adalah sesuatu yang asing baginya.
Seperti seseorang berkata padanya.

“Jangan pulang sebelum sukses!”.
“Jangan pulang sebelum sukses!”.

Dan ia menjadi seperti sangat lelah.
Lelah dari yang paling lelah.
Kesuksesan membuat ia lemah.
Bahkan sebelum ia menjadi bunga.

Sebab ia hanyalah daun.
Yang nasib memukulnya menjadi reranting.
Ia berharap untuk jadi bunga.
Walau ufuk sering membuatnya layu.
Hanya hatinya saja yang sedang letih.

Sebab hidup adalah perihal menunggu dan ditunggu.
Dan bus pun tak juga kunjung datang.

Jakarta, 08-10-15

Ingin menerbitkan buku dan cetak majalah sekolah? Hubungi FAM Publishing di 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...