Skip to main content

Christina Onassis; Kekayaan Bukan Sumber Kebahagiaan

Christina Onassis adalah anak raja kapal Yunani, Aristotle Onassis. Sejak kecil, Christina sudah hidup dalam kemewahan. Untuk baju bonekanya saja, memakai rancangan terbaik Dior. Christina juga dimanjakan dengan kuda tunggangan terbaik, hadiah dari Raja Saudi. Semua yang diimpikan anak-anak, ia miliki.  Ayahnya raja kapal ternama, kakek dari pihak ibunya juga raja kapal, demikian pula paman-pamannya. Namun orangtua yang sibuk, menyerahkannya pada pembantu untuk mengasuh dan mendidik, hingga Christina pernah mogok bicara di usia 3 tahun karena marah.

Kedua orangtuanya bercerai dan masing-masing menikah lagi, lebih dari sekali. Saat sang ayah meninggal, Christina mewarisi seluruh harta yang ditinggalkan oleh ayahnya. Harta yang diwariskan berupa simpanan deposito, real estate, danau, pulau-pulau pribadi, perusahaan penerbangan, armada laut dan sebagainya. Sungguh, sebuah peninggalan yang luar biasa banyaknya. Ia menikah dengan lelaki berkebangsaan Amerika, dan beberapa bulan kemudian bercerai. Lalu menikah lagi dengan pria Yunani dan beberapa bulan kemudian bercerai. Akhirnya Christina memutuskan hidup sendiri dan mencari kebahagiaan dengan berganti-ganti pasangan tanpa ikatan pernikahan, namun kebahagiaan yang dicarinya belum kunjung hadir. Christina menikah lagi dengan lelaki berkebangsaan Rusia, dan setelah setahun kembali bercerai. Christina menikah lagi untuk yang keempat kalinya dengan lelaki berkebangsaan prancis dan beberapa bulan kemudian bercerai.

“Saya perempuan paling kaya sedunia, tetapi yang paling tidak bahagia,” ujarnya pada wartawan yang mewawancarai.

Sejak itu, Christina bersumpah untuk tidak menikah lagi dan bertekad meraih kebahagiaan dengan caranya sendiri. Dia menghabiskan sisa hidupnya dengan bepergian ke berbagai kota di seluruh dunia, dipenuhi keputusasaan dan kekecewaan. Hingga Christina ditemukan mati bunuh diri di sebuah hotel di Argentina.

[Cerita ini dikutip dari kisah nyata Christina Onassis, berbagai sumber/Sudah saya ringkas]


Kita seringkali melihat orang yang bergelimang harta dari TAMPILAN LUAR;  hidup serba enak, bahagia, mau beli apa saja GAMPANG, banyak orang mendekat dan apa-apa yang keluar dari lisannya selalu didengar. Namun, ada banyak hal yang justru kita TIDAK TAHU. Kebahagiaannya itu SEMU dan kondisi yang sebenarnya ia merasa HAMPA.

Ternyata, BAHAGIA itu SEDERHANA;  bersyukur dengan REZEKI yang didapat. Sebab KEKAYAAN tidak bisa MEMBELI kebahagiaan.

*Ditulis oleh: Aliya Nurlela, Novelis & Pegiat FAM Indonesia

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...