Skip to main content

Ludwig van Beethoven; Keterbatasan Bukan Halangan untuk Berkarya

Ludwig van Beethoven dilahirkan tahun 1770 di kota Bonn, Jerman. Sejak kecil sudah terlihat jelas bakat musiknya yang cemerlang. Beethoven pernah belajar pada beberapa musisi ternama termasuk Gottlob Neefe, Joseph Haydn, Albrechtsberger, Salieri, dan Mozart. Dia mengadakan pertunjukkan musik pertamanya di usia 7,5 tahun dan menerbitkan karya pertamanya di usia 12 tahun. Karya tersebut berisi 9 variasi untuk Piano dalam C minor, yang mengantarkannya menjadi salah seorang pemain piano paling terkenal dalam sejarah.

Di usia 20 tahunan, Beethoven merasakan tanda-tanda pendengarannya bermasalah. Bahkan semakin parah dan mengharuskannya beristirahat. Kepercayaan diri Beethoven mulai menurun. Ia takut bertemu dengan orang dan benar-benar menjadi seorang yang tuna rungu. Tidak pernah lagi bergaul dengan masyarakat. Tidak mendengar (tuna rungu) bagi seorang pencipta musik adalah malapetaka. Hampir saja Beethoven bunuh diri, namun peristiwa itu tidak terjadi, Beethoven tetap menciptakan karya-karya musik hebatnya. Karya musiknya pun makin berkembang.

Selama karirnya, dia menulis total 9 simfoni, 17 string kuartet, 7 concerto, 32 sonata piano, 10 sonata untuk piano dan biola, dan 1 opera klasik. Beethoven juga mengajar musik untuk banyak siswa. Beethoven adalah salah satu musisi pertama yang diberi hibah tahunan 4000 florin dan bebas secara finansial sehingga bisa berkonsentrasi untuk berkarya. Pada bulan Agustus 1845, monumen Beethoven di Bonn diresmikan, sekaligus menjadi monumen pertama untuk seorang komposer yang didirikan di Jerman.

[Cerita ini dikutip dari kisah nyata Ludwig van Beethoven, berbagai sumber/sudah saya ringkas]

KETERBATASAN bukan HALANGAN untuk terus BERKARYA. Ketika RASA CINTA pada SESUATU (pekerjaan, minat, hobi dll) sudah TERTANAM KUAT, keterbatasan justru menjadi alasan untuk tidak berhenti BERBUAT dan MENGHASILKAN karya bermanfaat.

Tak sedikit orang yang SUKSES dan TAMPIL CEMERLANG dengan karya-karyanya, dalam kondisi penuh keterbatasan (kekurangan).

*Ditulis oleh: Aliya Nurlela, Novelis & Pegiat FAM Indonesia

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...