Judul: FESBUK
Penulis: Aliya Nurlela & Muhammad Subhan
Kategori: Antologi Cerpen
ISBN: 978-602-225-354-9
Terbit: Maret 2012
Tebal: 139 halaman
Harga: Rp. 33.400,00
Fesbuk (facebook) diibaratkan makhluk yang dapat menyaksikan
tingkah polah manusia dari berbagai belahan dunia. Dunia seolah terbentang di
mata si fesbuk. Ia bisa ikut tertawa, terharu, tersenyum, menangis hingga
kecewa. Ada banyak tingkah manusia yang menyebalkan, yang disaksikannya setiap
saat. Hingga, membuatnya ingin memblokir orang–orang menyebalkan tersebut. Tapi
apalah daya, ia hanyalah alat yang ditugaskan bosnya Mark Zuckerberg untuk
menyaksikan para ‘fans’-nya di seluruh dunia, tanpa bisa melakukan pemblokiran.
Begitu pula, ia akan ikut bahagia dan terharu melihat para pemakainya mendapat
kebahagian setelah memakai jasanya. Satu sisi, kontroversi haram membuat si
fesbuk tidak tenang. Ia minta untuk tidak dihakimi atas terjadinya berbagai
kejahatan, tipu menipu, perceraian yang terjadi setelah memakai jasanya. Ia
hanyalah sebuah alat yang tidak tahu menahu dalam pemakaiannya. Terserah pada
‘fans’ nya, mau memakainya dengan gaya penjahat, gaya ibu rumah tangga, atau
gaya yang lebih elegan dan lebih berguna.
Kumpulan cerpen ini hasil kerjasama dua penulis muda, yang
awal saling mengenal lewat facebook. Keduanya adalah pendiri wadah kepenulisan,
Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebagai wadah shilaturrahim dan dakwah bil
qolam penulis muda Indonesia. Keduanya memiliki gaya sendiri dalam menulis
cerita pendeknya. Aliya Nurlela asli Ciamis yang kini berdomisili di Malang
adalah penulis buku non fiksi. Salah satu bukunya berjudul 100 % insya Allah
sembuh. Aliya dalam tulisannya punya ciri khas selalu mengangkat kisah nyata
tentang dirinya, di sekitarnya, apa yang disaksikan dan apa yang menjadi
keyakinan hidupnya.
Muhammad Subhan yang berdarah Aceh – Minang kini berdomisili
di Padang Panjang, adalah seorang jurnalis sekaligus novelis. Novelnya yang
terkenal dan akan di angkat ke layar lebar adalah Rinai Kabut Singgalang (RKS).
Subhan dalam tulisannya punya ciri khas mendeskripsikan tempat secara detail,
gaya bahasanya seperti dalam roman angkatan balai pustaka dipadu dengan
nilai-nilai ilahiyah. Kumcer ini memuat 8 cerpen, yang mengandung pesan-pesan
moral. Enam cerpen karya Aliya Nurlela dengan judul Suatu Hari di Masjid Rumah
Sakit, Puncak Gunung Lawu, Bau Aneh, Rinai di Matamu Aliya, Fesbuk, dan Bell’s
Palsy. Dua cerpen karya Muhammad Subhan, dengan judul Tukang Cerita, dan Cerita
tentang Senja di Pantai Padang. Hebatnya lagi kumcer ini disertai serangkaian
kata-kata bijak dua penulis di akhir bukunya. (*)
PEMESANAN HUBUNGI: Aliya Nurlela 0812 5982 1511.

Comments
Post a Comment