Skip to main content

Ulasan Cerpen “My Love Black Berry” karya Rahimah Ib

Rahimah Ib
Hari ini, FAM Indonesia menerima kiriman sebuah cerita pendek dari anggotanya, Rahimah Ib (Medan). Cerpen itu berjudul “My Love Black Berry”, bercerita tentang seorang gadis bernama Weni yang kehilangan BB (black barry) lantaran terjatuh dari saku seragam sekolahnya saat ia hendak mengikat tali sepatunya yang lepas. Yang naas, setelah jatuh, BB itu diinjak Resti teman sekelasnya sehingga bertambah hancur bentuknya.


Biasanya, Weni menjadikan BB kesayangannya sebagai teman untuk menghalau sepi dan jenuh. Dengan BB dia rutin membuat status di jejaring sosial seperti facebook dan twitter. Tetapi sejak BB-nya rusak, Weni kehilangan akal dan mencari cara agar ia mendapat ganti BB yang baru.

Di rumah, Weni melapor kepada mama-papanya tentang rusaknya BB kesayangannya. Weni minta mamanya mengganti BB-nya itu. Mamanya menyetujui, tapi dengan syarat, Weni harus bekerja; setiap pagi Weni harus menemani mamanya belanja ke pasar dan mencuci piring di dapur. Tentu saja Weni terkejut karena selama ini ia tidak pernah mengerjakannya. Tapi lantaran ia ingin memiliki BB baru, akhirnya kerja itu ia terima dengan berat hati.

Dari hari ke hari Weni menemani mamanya berbelanja ke pasar. Bahkan ia terpaksa harus belajar membaca buku pelajaran di pasar juga. Itu berlangsung berhari-hari. Mamanya memberinya upah 50 ribu rupiah setiap hari sebagai balas jasa membantunya. Artinya Weni membutuhkan waktu sekitar dua bulan agar ia dapat mencukupi uang simpanannya untuk membeli BB baru.

Setelah uang hasil simpanannya mencukupi, akhirnya Weni mendapat ganti BB baru. Tentu saja dia senang sekali. Setelah masa tugasnya habis, mamanya tidak lagi menyuruh Weni ikut berbelanja ke pasar. Tapi suatu hari Weni bangun sangat pagi dan tanpa disuruh ikut mamanya ke pasar. Padahal tugas menemani mamanya adalah tugas abangnya Rizki. Tapi agaknya Weni sudah terbiasa bangun pagi sehingga tidak menjadi beban baginya lagi. Tentu saja seisi rumah dibuatnya kaget sekaligus senang.

Cerpen ini menarik. Rahimah Ib berbakat menulis cerpen. Amanat yang terkandung di dalam cerpen kuat, yaitu pentingnya bekerja keras bagi seseorang bila ingin mendapatkan sesuatu. Tidak memperolehnya secara instan. Sayangnya, cerpen sepanjang 9 halaman dengan ukuran 1½ spasi ini masih lemah menyajikan konflik. Cerita yang menarik adalah bila si pengarangnya mampu meramu konflik-konflik yang terjadi kemudian mendramatisirnya sehingga membuat pembaca bertambah penasaran. Cerpen ini juga kurang diedit sehingga ketika dibaca banyak kata salah ketik dan salah penempatan tanda baca, semisal penggunaan titik dua (“) dalam dialog, atau juga titik (.) koma (,) dan lain sebagainya.

Sebagai pengarang pemula, Rahimah Ib layak diberikan apresiasi. Setelah melakukan editing berkali-kali, cerpen “My Love Black Berry” ini tidak mustahil akan menjadi cerpen yang enak dibaca. Tentu saja, cerpen-cerpen berikutnya buah pena Rahimah Ib kita nantikan bersama.

Salam aishiteru!

FAM Indonesia

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...