![]() |
| Diskusi FAM Jabar |
Komunitas-komunitas di Cianjur yang hadir dalam pertemuan itu, di antaranya Komunitas NINAbobo (Kang Iwan B. Setiawan), FLP (Teh Nenden WL) dan Lensa Creative Film (Kang Saepul Adha) serta Komunitas Seni Cianjur/KSC (SandyWiguna). Pertemuan berlangsung hangat dan kekeluargaan.
Pertemuan yang digagas FAM Wilayah Jawa Barat ini, bertujuan merekatkan silaturahim antarkomunitas kepenulisan dan komunitas seni di Cianjur. Selain itu, untuk menjalin sinergi positif untuk menyatukan tekad bersama-sama memajukan dunia literasi.
Dari diskusi itu, muncul keinginan beberapa peserta lainnya untuk membuka Cabang FAM Cianjur dan membentuk kepengurusannya. Di samping itu, harapan mereka, pertemuan tersebut tidak hanya sekali itu saja, melainkan terus berkelanjutan dan diadakan secara rutin.
![]() |
| FAM Jabar bersama Komunitas Seni Ciamis |
“Sementara, dari Komunitas Creative Film tercetus ide ingin bekerja sama dengan FAM seandainya ada beberapa naskah/kisah yang menarik dari buku-buku FAM untuk dijadikan karya film pendek. Tentu tawaran ini menarik, sebab banyak penulis FAM yang memiliki karya yang berpeluang difilmkan,” kata Koordinator FAM Jawa Barat, Dedi Saeful Anwar.
FAM Indonesia merupakan komunitas kepenulisan nasional yang berdiri pada tanggal 2 Maret 2012. FAM Indonesia berkantor pusat di Pare, Kediri, Jawa Timur yang tujuannya menyebarkan semangat cinta (aishiteru) menulis di kalangan generasi muda, khususnya siswa sekolah dasar, SMP, SMA, mahasiswa, dan kalangan umum lainnya.
FAM Indonesia bertekad membina anak-anak bangsa untuk cinta menulis dan gemar membaca buku. Sebab, dua hal ini melatarbelakangi maju dan berkembangnya negara-negara di dunia lantaran rakyatnya suka membaca buku dan menulis karangan. FAM Indonesia berbasis di sekolah-sekolah dan melebur di tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan kepenulisan. (*)


Comments
Post a Comment