Skip to main content

Mengasah Pena dalam Cinta

Judul: Cinta di Ujung Pena
Penulis: 42 Penulis Indonesia
Penerbit: FAM Publishing
Jumlah halaman: 309 hal; 14 x 20 cm
Terbit: September 2014
ISBN: 978-602-7956-78-0

Kisah-kisah 42 penulis di buku ini sangat beragam, ada yang menulis berawal dari hobi, waktu luang, termotivasi teman, ingin menghasilkan karya bermanfaat dll. Mereka menemukan keasyikan dan merasa nyaman mencurahkan segala perasaan lewat tulisan. Semua peristiwa yang terjadi dalam kehidupan mereka menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya.

Anna Ilham, seorang BMI Hongkong mengawali kisah di buku ini dengan judul “Menulis itu Perjuangan.” Wanita mandiri yang bekerja sebagai pengasuh anak ini,  menyediakan waktu menulis (baginya) benar-benar sebuah perjuangan. Di mana aktivitas hariannya tak memberi ruang yang cukup untuk menulis. Sejak pagi, ia bekerja menyiapkan keperluan anak-anak sekolah, belanja ke pasar, menemani nenek minum teh dan mengerjakan berbagai pekerjaan rumah lainnya, seperti; mencuci pakaian, menyetrika, vacum cleaner dll. Namun ia mengerjakan semua pekerjaan itu dengan penuh semangat dan harapan cepat selesai dijalankan, agar memiliki sedikit waktu luang untuk menulis.

Berbeda dengan kisah Dilla Rahmi, seorang penulis dari Padang yang memiliki keterbatasan dalam pendengaran. Dia memberi judul kisah inspiratifnya “Menembus Batas dengan Menulis.” Gadis ini pernah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, saat mendapat penghinaan dari sahabatnya, terkait pendengarannya yang kurang. Saat itu hati Dilla terpukul dan menangis sejadi-jadinya. Hal itu pulalah yang kemudian menjadi alasan gadis ini untuk menulis. Aktivitas menulis dijadikan pelampiasan luapan perasaannya atas ketidakberdayaan menerima perlakuan dari orang-orang sekitar, sekaligus ekspresi diri untuk mengenalkan siapa dirinya kepada orang lain. Kejujuran, suka duka dan harapan tak luput menjadi bagian yang  ia tuliskan. Berkat menulislah, ia merasa terhibur, mendapat kekuatan di saat lemah, merasa baik-baik saja di saat terpuruk dan lebih mencintai dirinya sendiri serta mensyukuri takdir yang diberikan-Nya.

Kisah luar biasa lainnya, dapat kita baca pada “Satu Buku Sebelum Mati? Mungkinkah?” yang ditulis oleh Hevon Pheriantsih Janos. Mati? Satu kata menggugah yang ditulis Hevon. Menurutnya, mati adalah sesuatu yang tidak ia takuti. Sejak lahir ia telah menderita bocor jantung. Lebih dari sepuluh kali mengalami sekarat dan koma, namun  Allah masih memberinya kesempatan hidup. “Tapi bagaimana jika suatu saat aku benar-benar mati? Aku tidak ingin mati begitu saja!” tulisnya. Tekadnya, sebelum mati harus menghasilkan karya, setidaknya satu buku sebelum mati. Namun tekad itu sempat tersurutkan, mengingat kondisinya saat ini yang mengalami Amnesia Retrograde akibat sebuah kecelakaan. Ia sering mengalami lupa, komunikasi tidak nyambung dan salah paham. Tapi, ia terus menumbuhkan tekad itu dengan mencoba menulis di postingan sebuah grup kepenulisan. Tanpa diduga, tulisannya mendapat respon positif. Berkat dukungan dan motivasi dari orang-orang yang membaca tulisannya, semangat menulis pun bangkit dan mendorongnya makin aktif menulis.

Ingatan adalah salah satu unsur penting dalam proses kreatif menulis, namun Hevon mampu menuangkan ide-idenya melalui tulisan dengan baik dan terstruktur, seolah-olah unsur terpenting itu tak pernah hilang dari dirinya. Sebuah pencapaian yang luar biasa dan sangat menginspirasi.

Kisah-kisah inspiratif lainnya, tak kalah menarik, namun tentu tidak bisa saya  tuliskan secara detail satu-persatu. Semua kisah dalam buku ini sangat inspiratif, menohok kesadaran dan menggairahkan semangat berkarya. Sangat cocok dibaca oleh orang-orang yang ingin menjadi penulis atau yang sedang dirundung kegalauan dalam proses kreatif menulis. Agar kegiatan menulis jadi mengasyikan bertabur cinta, hingga pena pun terasah tajam. (*)

Sumber: Koran Harian Singgalang Edisi Minggu, 21 Desember 2014


Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

Gabung dan like fanspage FAM Indonesia DI SINI

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...