Skip to main content

Ulasan Puisi "Selayang Keteguhan" Azizah Azizah (FAMili Tangerang)

ilustrasi: net
Puisi ini berisi tentang nasihat seseorang kepada sahabatnya yang tengah berlarut dalam kesedihan. Nasihat bijak tentang keteguhan iman dilayangkannya, seperti halnya pada judul puisi ini, demi mengembalikan napas keimanan di hati sang teman.

Selayaknya memang bagi kita untuk dapat saling mengingatkan dalam kondisi apa pun. Tidak ada manusia yang sempurna. Untuk itulah, saling melengkapi antar sesama makhluk-Nya dapat membuat hidup jadi lebih berarti.

Ada banyak koreksi mengenai EYD pada puisi ini. Seperti kata "di balut" yang seharusnya ditulis "dibalut" (kata kerja pasif, bukan keterangan tempat sehingga partikel "di-" berperan sebagai kata sambung). Lalu "akupun" yang benar "aku pun" (terpisah). "Taqwa" dan "kedepannya" yang benar: "takwa" dan "ke depannya". Sementara beberapa kata juga mengalami kesalahan ketik, seperti "haparan" yang seharusnya "hamparan", "ranggkul" yang seharusnya "rangkul", serta penulisan "yang" justru disingkat menjadi "yg". Diharapkan kepada penulis, untuk ke depan agar mengedit tulisan Anda terlebih dulu sebelum mempublikasikannya. Sebuah tulisan yang baik, apabila disajikan dengan kurang rapi, bukankah akan mengurangi kenyamanan pembaca?

Pesan untuk penulis agar terus berkarya. Tetap tebarkan nilai positif pada karya-karya selanjutnya.

Salam santun, salam karya!

TIM FAM INDONESIA

BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING

Selayang Keteguhan

Oleh Azizah (FAMili Tangerang IDFAM997S)

Jemariku sampai pada bahu yang terguncang.
Hati merombak pilu untuk tegarkan air mata yang tengah sendu di balut derita batin.
Aku biarkan ia tersedu dalam kisahnya, bukan aku tidak peduli.
Aku hanya ingin membuatnya nyama untuk waktu di haparan kepemilikannya.

Perlahan aku genggam tangannya,
Aku ranggkul kesedihannya,
Aku tatap mata yang bengkak menahan siksa,
Aku limbung kawan, Akupun tidak sempurna.

Jika kamu buka jendela batinku.
Kamu akan temukan butiran bawahnya dalam kalimatku.

Masih jadi egoisme hatikah gundah di jiwa?
Bukankah senyawa iman lebih besar dibanding problema yg terus berputar.
Hidup punya andil untuk mendewasakan kita.
Dan kamu ingin kalah dalam pertarungan??

Itu pecundang yg tak punya nyali.
Hanya berucap iman tapi tak percaya, bertaqwa tapi tak punya sikap. 
Bagaimana dengan pondasi imanmu sahabat?
Renungkan, dengan perenungan yang tidak melahirkan kegalauan.

Malam larut dalam suasana berlutut, hampa dan terguncang.
Kemudian bungkam, dan kamu masih sanggup untuk berurai air mata.
Aku hanya ingin teguhkan batinmu, aku bercerca untuk mati dalam benak.
Hamparan dengar, tolong cemari hitam untuk putih kedepannya.

Dalam bicara, aku kisahkan ini untuk permata islam, untuk teguhkan engkau.

Pamulang, Ramadhan 1433

Lihat koleksi buku-buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...