Skip to main content

Ulasan Puisi "Goresan Sketsa dalam Doa" karya Nazhiera Az Zahra (FAMili Probolinggo)

Dalam puisi ini ada sebuah rasa cinta yang tak tergapai. Cinta dalam hal ini tentu amatlah luas daya jangkaunya dan tidak dapat dijatuhkan kepada sesuatu yang merupakan perasaan menyukai lawan jenis saja. Boleh jadi demikian, namun boleh jadi tidak. Tapi lepas dari berbagai kemungkinan itu, rasa ini nampak dari bait pertama, di mana "menangis" dan "diam" seolah menjadi sebuah bumerang bagi tokoh "aku" ketika ia memilih untuk diam.

Mungkinkah diamnya kepura-puraan? Mungkinkah cinta itu datang namun tidak sepenuhnya waktu mengizinkannya merengkuh cinta itu sekarang? Ataukah sebuah kisah lain terselip di dalamnya? Yang pasti, "rumitnya peradaban" melukiskan betapa sulit masa-masa yang dilalui.

"Angan kini terbalut senja" pada bait berikutnya, menunjukkan seolah harapan itu telah sirna, pergi, dan benar-benar menutup untuknya. Ini lantaran "buram" yang nampak bila "skestsa" tercipta dari kisah ini. Maka hanya kepada Tuhan diri berserah.

Cinta itu perlahan memberi sebuah pelajaran, bahwa segalanya akan kembali padaNya. Bukankah ketentuan itu ada di tangan Tuhan? Rasa tak nyaman sekaligus sebuah kesadaran nampak pada dua bait terakhir. Pada akhirnya, "aku" memasrahkan segala rasa itu untuk mengadu padaNya, agar cinta itu tidak sekadar indah dipandang, melainkan juga indah pada waktunya.

Penulis cukup dalam memaknai puisinya. Hanya saja ditemukan beberapa kesalahan pada segi EYD. "Pada-Mu" dan "mencintai-Mu" yang benar tertulis "padaMu" dan "mencintaiMu". Lalu "sekedar" yang benar ditulis "sekadar". Kesalahan ketik ada pada "trlihat" yang sebenarnya "terlihat", "yng" yang semestinya "yang", dan "hInakah" yang harusnya "hinakah". Penggunaan tanda tanya dan koma rangkap (lebih dari satu) baiknya dihindari, cukup satu saja. Selebihnya sudah tidak ada kesalahan.

Baik, terus berkarya dan jangan berhenti menulis.

Salam santun, salam karya!
TIM FAM INDONESIA

[BERIKUT PUISI KARYA PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

Goresan Sketsa Dalam Doa
Nazhiera Az Zahra (IDFAM1830U)

Kadang kemunafikan itu menjelma nyata dalam gerak
Menghardik sedemikian hingga dan melumpuhkan sang damai
Kata juga tak pernah seirama itu dalam ucap bibir
Menangis pun bukan akhir dari segala daya
Dan diam hanya menambah rumit peradaban

Angan kini terbalut senja
Menghampiri hati yang gersang penuh tanya
Jika mampu diukir sebuah sketsa, mungkin buram yang tertoreh
Asa kembali hanya pada-Mu
Tertuju pada-Mu dan mengharuskan ragaku menyibaknya dalam tabir

Lantunan itu menggetarkan roma yang kian menghangat
Berderai pun malu jika trlihat
Andai esok masih milikku
Dan kebaikan menjulang seiring irama Al Ashr
Mungkin aku masih mampu berujar "Terima kasih Tuhan"

Aku mencintai-Mu,,
Terlebih ketika hujatan itu mulai tengadah dalam kata
Santunkah??? HInakah?? Atau sekedar ujian yng kosong tak bernilai
Moga mampu terbina dalam bait doa
Hanya pinta yang kecil dari makhluk yang bernyawa
Tolong beri arti indah dalam hatinya,,

Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...