Skip to main content

Muhammad Subhan: Perlakukan Karya Tulis Seperti “Anak” Sendiri

Muhammad Subhan (tengah)
Padang (FAMNews) – Karya tulis, apa pun jenisnya, perlu diperlakukan seperti anak sendiri. Penulis, sebagai orang yang melahirkan karya itu, harus mempunyai rasa kasih sayang sehingga “anak” yang dilahirkannya dapat tumbuh besar, dan kelak, kehadirannya memberikan manfaat bagi banyak orang.

Demikian dikatakan Muhammad Subhan, motivator kepenulisan dari Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang tampil sebagai pembicara bersama penulis best seller Asma Nadia di hadapan 200-an peserta Seminar Nasional bertajuk "Bring Your Future Today With Writing" yang ditaja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (25/12), di Ruang Teater Tertutup Fakultas Bahasa dan Sastra UNP.

“Karya tulis saya ibaratkan anak yang dilahirkan seorang ibu. Proses melahirkannya berdarah-darah, antara hidup dan mati. Ketika anak itu lahir, orangtua si anak harus ikhlas menerima apa pun bentuk fisik anaknya, baik sehat maupun cacat,” ujar Muhammad Subhan yang juga penulis sejumlah buku.

Dia mengilustrasikan, dalam kehidupan nyata, banyak bayi atau anak yang “dibuang” dan ditelantarkan orangtuanya lantaran si anak tidak sesuai harapan, seperti cacat fisik atau berkebutuhan khusus. Padahal, anak itu karunia Tuhan.

“Kejam sekali jika ada orangtua membuang atau menelantarkan anaknya. Padahal, siapa tahu, atas izin Tuhan, kelak si anak menjadi orang hebat,” papar mantan Manajer Program Rumah Puisi Taufiq Ismail (2009-2012) itu.

Dalam proses kreatif menulis, karya tulis yang lahir, sejelek apa pun, tetap memberikan manfaat, setidaknya bagi diri si penulis. Sebab menurutnya, inspirasi tulisan juga merupakan anugerah Tuhan. Maka, ketika tulisan lahir tetapi hasilnya kurang bagus, tugas penulis sebagai “orangtua” merawat dan membesarkannya, agar kelak menjadi bagus.

Seminar Kepenulisan di UNP

“Cara merawatnya, lakukan editing berkali-kali, perbaiki jika terdapat kekeliruan, tulis sekreatif mungkin. Selain itu, setelah karya terbit, penulis harus sadar promosi untuk membesarkan karyanya,” kata Muhammad Subhan yang juga mantan wartawan salah satu koran harian di Padang.

Sementara itu, Asma Nadia berbagi kiat bagaimana menulis novel yang baik dan diminati pembaca, khususnya kalangan muda. Penulis buku best seller “Catatan Hati Seorang Istri” yang telah disinetronkan itu, saat ini merilis novel terbarunya dan juga diangkat ke layar lebar, yaitu “Assalamualaikum Beijing”.

“Insya Allah film ini tayang perdana akhir bulan ini (Desember) di seluruh bioskop di Indonesia,” kata Asma Nadia.

Seminar Kepenulisan Nasional itu diikuti para calon penulis, di antaranya pelajar, mahasiswa dan kalangan umum lainnya yang datang dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Peserta juga dihibur oleh seniman musik, M. Jujur yang membawakan beberapa lagu ciptaannya. M. Jujur pernah diundang menjadi bintang tamu di acara Kick Andy Metro TV (2012). (*)

Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI.

Gabung dan like fanspage FAM Indonesia DI SINI.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...