![]() |
| Piagam FAM Indonesia |
1. Abdullah (Bontang). Judul puisi: Ibu, Pelita dan Penyemangat Hidupku. Pesona Ibuku
2. Adeline Yunita Suprapto (Bandung). Judul puisi: Pagi yang Cerah, Maafkan Aku Mama
3. Ajeng Mawaddah Puyo (Gorontalo). Judul puisi: Yang Datang Tiba-tiba, Bu
4. Almi Yanti (Padangpanjang). Judul puisi: Sepenggal Kisah, Sajak tentang Ibu
5. Amrul Fajri (Sigli, Aceh). Judul puisi: Bu, Keningmu Taman Syurga Firdaus, dan Kepadamulah Rinduku Bermuara. Tentangmu Ibu, Telah Dinukilkan di Dalam Kitab Suci-Nya, dan Rasul Pun Memuliakanmu
6. Angga Juniardo (Bekasi Utara). Judul puisi: Ucapan Terima Kasih Kepada Ibu, Ibu
7. Anik Maslikah (Hongkong). Judul puisi: Kasih Bunda, Perjuangan Seorang Ibu
8. Athiyah Karim (Jember). Judul puisi: Ibu Kaulah Hidupku, Bukan Sekadar Ibu
9. Arif Hidayatullah (Padang). Judul puisi: Aku Ada Karena Ibu, Ibu Inspirasiku
10. Anna Ilham (Malang). Judul puisi: Melodi Cinta Bunda, Seutas Kasih
11. Andre (Tanah Datar, Sumbar). Judul puisi: Goresan Pena Biru “Sebutlah Namaku dalam Tidur Panjangmu”, Akankah Kau Hadir dalam Sebuah Jawaban
12. Ahmad Fachrurozi (Bogor). Judul puisi: Aku tak Ingin Waktu itu Kembali, Pusara
13. Akhmad Nurhadi Moekri (Sumenep). Judul puisi: Hari-hari Emak, Aku Ingin Bersama Ibu
14. Anik Astiyati (Semarang). Judul puisi: Mega Rindu, Ketika Hati Bernapas Harap
15. Amir Afandi (Cilegon). Judul puisi; Sang Lentera Kasih Abadi, Ibu Aku Merindukanmu
16. Bony Fasius (Surabaya). Judul puisi: Bu Sri, Pejuang Harkat. Anugerah Seni, Bu Sri
17. Chania Maulidina Widyasari (Malang). Judul puisi: Tentang Sebuah Kerinduan, Rindu Mama
18. Cinta Okta Edverliano (Semarang). Judul puisi; Ibu, Rindu untukmu Ibu
19. Danu Supriyati (Kebumen). Judul puisi: Kubingkai Rindu dalam Doa, Lelaki Untuk Ibuku
20. Denny Pangga (Lubuk Linggau). Judul puisi; Cinta Ibu, Wanita Mulia
21. Desco White (Padang Panjang). Judul puisi: Ibu dan Gubuk Tua, untuk Ibu
22. Deski Ramanda (Padang). Judul puisi: Selaksa Rindu, Selimut Rindu
23. Dewi Lestari (Kudus). Judul puisi: Makanan Itu, Cahaya Cinta Ibu
24. Delvina Fitriani (Solok, Sumbar). Judul puisi: Menunggu, Masih
25. Dinda Sailut (Hongkong). Judul puisi: Sekuat Hatimu, Ibu Syurga Duniaku
26. Dwi Anna Desyanti (Kepulauan Selayar). Judul puisi: Bawa Aku Ibu, Doa Dalam Diam
27. El Malka (Banjarmasin). Judul puisi: Untukmu Ibu, Oh... Ibu
28. Elin Nofia Jumesa (Payakumbuh). Judul puisi: Serenade Ibu, Pulang
29. Esma Ahmad Sureza (Depok). Judul puisi: Mengeja Jasamu, Ibu Derajatmu Telah Terucap Tiga Kali Dari Mulut Manis Baginda Rasul.
30. Farid Fauzi (Payakumbuh). Judul puisi: Balutan Rinduku Pada Ibu, Kertas Rindu
31. Gabriella R Almadea (Jakarta).Judul puisi; Ibuku, Kasih Ibu
32. Hartati (Batusangkar). Judul puisi: Apa Cukup?, Tabah Mandeh, Isak di Hati
33. Herdian Armandhani (Bali). Judul puisi: Titip Rindu Untuk Bunda, Kasih Sepanjang Masa
34. Herman Suryadi (Bengkulu). Judul puisi; Ibu, Kuingat Pesan Luhurmu. Kala Aku Kanak-kanak Selalu Bersama Emak
35. Hermin Pujihantari (Konawe, Sulteng). Judul puisi: Bunda Idola, Kemuliaan Ibu
36. Ii Gustiawan (Bukittinggi). Judul puisi: Malaikat yang Selalu Mendampingiku, Tanah Suci Keinginanmu
37. Ikhsan Satria Irianto (Bengkulu). Judul puisi; Ibu, Lihatlah Pelayar Kecilmu. Memupuh Rindu
38. Kukuh Septio Aji (Demak). Judul puisi: Ibu, Perempuan yang Tersenyum. Keadilan (Porsi) Tuhan
39. Lita Oktaviani (Padang). Judul puisi: Mahkota Cahaya Untuk Ibu, Salam Rindu Untuk Ibu
40. Laras Sekar Seruni (Jakarta). Judul puisi; Doa Ibu, Sang Ibu
41. Lu’lu’ Olivia Ningrum Kusuma Dewi (Yogyakarta). Judul puisi; Salam Rindu Dari Kami Abakmu, Dalam Dekapanmu Ibu
42. Maradona Sihombing (Yogyakarta). Judul puisi; Sayap Kasih di Sebaris Doa Ibu, Kidung Rindu Untuk Ibu
43. Mentari Sekar Dewi (Gresik). Judul puisi: Cintaku Mengertiku, Nyanyian Rindu Untukmu Ibu
44. Niken Alfina Rahmawati (Tulungagung). Judul puisi: Bidadari Terindah, Risalah Untuk Umi
45. Nurhidayah Bms (Riau). Judul puisi: Aksara Tak Kuasa Merapal Cinta Ibu, Ibu Pecandu Air Mata
46. Nurul Izati (Demak). Judul puisi: Purnama Kasih Ibu, Sayap Kerinduan
47. Odi Yanuwar (Indramayu). Judul puisi; Bunda itu Segalanya, Ibuku Pahlawanku
48. Olinka Nastainah Ya Habibih (Gresik). Judul puisi; Tunggu Aku di Sudut Senja, Kebahagiaan Apa?
49. Randi Wahyudi (Agam,Sumbar). Judul puisi: Ibu, Aku Padamu. Malam Itu
50. Rara Nurisnaini Yanuarina (Bojonegoro). Judul puisi: Wanita Semanak Yang Didustai Tinta Bisu Bernama Rindu, Yang Termaktub dalam Selang Binar Matanya
51. Ratna Dewi (Bukittinggi). Judul puisi; Lukisan Usia di Kening Ibu, Jasa Ibu
52. Rene Zetya (Hongkong). Judul puisi: Ibu, Aku Pulang. Rintih Ibu di Balik Terali Besi
53. Reni Asih Widiyastuti (Semarang). Judul puisi; Untukmu Ibu, Ibu Dengarkan Ceritaku
54. Robyansyah(Pontianak). Judul puisi: Rinduku Ibu, Ibu Pahlawanku Selalu
55. Sahanara (Jambi). Judul puisi; Linang di Matamu, Inang. Perjamuan Haram
56. Salman Yoga S (Aceh). Judul puisi; Aku Memanggilmu Ine, Sketsa Sajadah
57. Shalikhah Azkanisa (Balikpapan, Kaltim). Judul puisi: Ibu, Aku Merindukanmu. Kasih Sayangmu Bagai Lautan Tak Bertepi
58. Siti Fadhilla Zanaria (Makassar). Judul puisi: Aku Mau Pulang, Senja di Usia Ibu
59. Sri Wahyuni (Bandung). Judul puisi; Jarak, Memeluk Rindu
60. Suheli Karyadi (Cilegon). Judul puisi: Ketika Waktu Tak Bisa Kembali, Rindu Ini Untuk Ibu
61. Syarofatul Munawaroh (Bangkalan Madura). Judul puisi; Mom is My Angel, Ibuku Cahaya Surgaku
62. Syifa Maulidina (Depok). Judul puisi: Cinta Ibu, Hari Pernikahan Ibu
63. Tan Muhammad (Bengkulu). Judul puisi: Ibu, Muara Kasih
64. Saifun Arif Kojeh (Seponti). Judul puisi: Orion Buat Bunda, Tak Membiarkan Ibu dalam Sunyi-Senyap
65. Tirto Arum (Hongkong). Judul puisi: Ijabah Doa, Padamu Bu
66. Uda Agus (Payakumbuh). Judul puisi; Melukis Wajah Bunda, Doa Bunda
67. Vera Mutiara Sani (Karawang). Judul puisi: Dalam Bentang Hangat, Sadik Bidadari Cantik
68. Widia Fauziah (Bekasi). Judul puisi; Cahaya di Sepasang Mata Perempuan, Serumpun Rindu untuk Ibu
69. Yuhalini (Taiwan). Judul puisi: Ibuku Memang Hebat, Perempuan Setengah Dewa
70. Yuyun Ambarwanto (Wonogiri). Judul puisi: “Rindu” Lentera Kaca-kaca Berdebu, Lembayung Senja di Pusara Ibunda
Salam aktif!
FAM PUBLISHING
Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI
Gabung dan like di fanspage FAM Indonesia DI SINI

Comments
Post a Comment