![]() |
| sumber: acehdesain.wordpress.com |
Puisi ini gambaran cinta yang pertama terjalin antara ibu dan anaknya yang baru lahir. Terkesan lugu tapi penuh arti. Terkesan polos tapi dalam.
Saran dari Tim FAM kepada penulis, teruslah berlatih dan berlatih dalam berpuisi. Puisi tidak harus puitis namun mengena. Puisi boleh terlalu puitis namun pesan tetap tersampaikan.
Untuk EYD tampaknya tidak ada kesalahan. Terus berkarya.
Salam santun, salam karya!
TIM FAM INDONESIA
[BERIKUT NASKAH ASLI PENULIS]
WANITA PENYEJUK JIWAArkananta Sitara (ID FAM3095U)
Tik... tik... tik...
Saat itu, bulir air matamu jatuh
Pecah, bersamaan dengan jerit tangisku
Berdua, kita saling memecah keheningan bersama di sudut pagi
Sepasang bola matamu menatap ke arah tubuh mungilku
Terlukis senyum bahagia menyeringai di pipimu
Penantianmu telah berakhir, Ma...
Keberadaanku di dunia kan segera buat harimu berwarna
Menguntai benang kasih
Berselimut sutra mendekapku
Engkau hembuskan angin penyejuk kalbu
Pengganti lara saat kesepian menggelayut
Kini lirihku berganti mengalun syahdu
Dendangkan lantunan doa kepada Sang Pencipta
Tentang wanita penyejuk jiwaku
Semoga selalu diberi-NYA bahagia
Lihat koleksi buku-buku anggota FAM Indonesia DI SINI

Comments
Post a Comment