Skip to main content

Ulasan Cerita Mini "Maafkan Aku untuk Satu Malam Ini" Karya Nely Istiqomah (FAMili Brebes)

ilustrasi: bangaziem.wordpress.com
Tokoh "aku" terbenam dalam penyesalan karena ia harus menentang nasihat emaknya sendiri. Di sisi lain, penentangan ini justru ia lakukan demi kebaikan emaknya. "Aku" menjual dirinya. Masa lalu yang buruk, kehidupan yang tidak mau memihak, memaksanya memilih jalan gelap ini.

Cerita ini amat klise jika dilihat dari ide dasarnya. Seorang anak dengan masa lalu buruk, yang memilih menjual diri demi ibunya. Namun keklisean itu tidak akan menjadi masalah kalau kita mampu membawa bentuk baru sebuah cerita. Dalam hal ini, penulis disarankan untuk terus berlatih dan berlatih menguak bentuk-bentuk unik dari ide-ide klise yang sering dipakai dalam penulisan fiksi.

Tanda baca (terutama tanda titik dan koma) beberapa kurang tepat. Diharapkan ke depan agar penulis lebih teliti memerhatikan fungsi tiap tanda baca. 

Dalam cerita ini ada satu paragraf terlalu panjang sehingga pembaca bisa jenuh. Lakukan pembagian paragraf berdasarkan ide pokok; dengan kata lain: satu paragraf punya satu titik fokus. Dalam cerpen ini satu paragraf yang dimaksud punya titik fokus lebih dari satu.

Gunakan huruf kapital di setiap awal kalimat; entah itu kalimat narasi maupun dialog. Penulis menulis beberapa kalimat dialog dengan diawali huruf-huruf kecil. Ini kurang tepat. Kemudian kata panggilan "emak" dan "bapak" sebagai subjek, mestinya diawali huruf kapital menjadi: "Emak" dan "Bapak". Kecuali kata panggilan untuk objek, penulisan "emak" atau "bapak" sudah tepat. 

Contoh kata panggilan untuk subjek: "Aku dan Emak makan bersama malam ini."

Bedakan dengan contoh kata panggilan untuk objek berikut: "Aku punya seorang emak yang tangguh." 

Perbedaan kedua bentuk ini adalah: "subjek" sebagai orang yang terlibat dalam suatu percakapan atau adegan, sementara "objek" sebagai sesuatu yang "dimiliki" atau sebagai sebutan/pangkat bagi seseorang.

Terakhir penulisan kata "dibalik" sebagai keterangan tempat yang benar: "di balik". Sementara untuk judul, hendaknya setiap katanya ditulis dengan diawali huruf kapital, kecuali beberapa kata penghubung seperti "untuk", "sebagai", "ke", "dan", dan sebagainya. 

Saran untuk penulis, teruslah berlatih. Gali tema-tema lain dan temukan bentuk-bentuk baru dari ide yang sederhana. Jangan takut bereksperimen. Imbangi pula kegiatan menulis dengan membaca.

Salam santun, salam karya!

TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING

Maafkan aku untuk satu malam ini….
Oleh Nely Istiqomah (IDFAM3430)

Langkahku gontai. Lemas tak bertenaga. Kurasa ada seseorang yang menyihirku menjadi nenek bertubuh sintal. Malam ini terasa panjang. Mungkin sepanjang jembatan ampera yang gambarnya sering kulihat di kalender rumahku. Atau mungkin lebih. Tubuhku letih. Aku masih ingat peristiwa dua jam yang lalu. Nistakah aku? Aku hanya ingin emak makan enak di hari ulang tahunnya. Aku hanya merasa sedih jika harus melihat emak menangis di tengah malam. Dalam sujudnya. Pernah suatu hari aku memergoki emak menangis dan berdoa. Ada aku dalam doanya. Aku hanya bisa menguping dibalik pintu kamar emak. 

Ya Tuhan, keinginanku satu menikah dengan lelaki kaya raya, tampan, baik hati layaknya pangeran. Lalu membawaku dan emak di kehidupan yang lebih layak. Ya.. aku dan emak hanya hidup berdua, bapaku sudah pergi meninggalkan emak sejak aku kelas empat SD. Masih kuingat, bapak sering pulang membawa wanita cantik dengan baju belahan dadanya terlihat. Sangat sexy. Emak yang saat itu bekerja di pabrik dan biasa lembur malam tak tahu kelakuan bejat bapak. Hingga suatu hari emak menemukan baju dalam wanita di bawah tempat tidur. sontak, bapakku marah besar. Dia malah menyalahkan emak sebagai wanita tak tau diri. Lancang. Memukul emak bertubi-tubi. Aku yang saat itu masih kecil hanya bisa mendengar suara bass bapak. Aku sembunyi di bawah tempat tidurku sembari menutup muka. Aku takut sekali. Saat suara bapak tak lagi terdengar, aku mulai berani keluar kamar. Kutemukan tubuh emak terkulai di pojokan kamar dengan lebam di sekujur tubunnya. Bapak jahat. Setahun kemudian bapak meninggalkanku dan emak bersama wanita simpanannya. Persetan dengan bapak. Aku benci tapi emak selalu bilang padaku kalau bagaimanapun buruknya sikap bapak, beliau tetaplah bapakku. Sudah kewajibanku untuk menghormatinya. Kuhampiri emak yang saat itu masih berbalut mukena lusuhnya. Emak memelukku sambari berpura-pura kalau semua baik-baik saja. Aku aman selama ada emak walau kutahu butiran air itu menetes dipipi emak. Ah.. aku memang melankolis. Mengingat emak membuatku berbulir air mata.

Aku kembali ingat peristiwa satu jam yang lalu. Aku yang menemui laki-laki itu. Lelaki tambun dengan kumis tipis. Aku mengenalnya dari tante Vira. Teman kerjaku dulu.

“kau minta berapa, cantik?” ucapnya sembari matanya menyusuri tiap lekuk tubuhku.

Aku terdiam. Gamang. Tapi emak harus makan enak malam ini. Tiba-tiba aku teringat nasihat emak, jadilah wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya. Wanita itu seperti batu-bata yang nantinya menjadi bahan untuk pondasi agama.

“aku minta 3 juta” ucapku sedikit ragu. Maafkan aku emak sudah mengabaikan nasihatmu.

“3 juta? Jangankan 3 juta, 3 milyar pun aku beri kalau kau mau ikut aku selamanya” ucapan lelaki itu disertai gelak tawa. 

“ayolah cantik, ikutlah denganku ke Eropa, aku akan menikahimu secara sah. Kau akan kuberikan kehidupan yang lebih layak” lanjut lelaki yang sudah kukenal dengan nama Rinto itu.

“kalau aku ikut kamu ke Eropa, lalu bagaimana dengan emakku?” tanyaku 

“emakmu? Jangan khawatir, aku akan tetap menafkahi emakmu. Aku sudah terlanjur tergila-gila padamu, cantik”

Aku mengangguk. Kurasa keputusanku tidak terlalu buruk. Inikah hasil dialog kami? Dia tersenyum. Puas. Mungkin seperti anak kecil baru memenangkan game nya. Terlalu girang. Ia langsung memelukku dan menciumku. Membawaku ke ranjangnya. Aku hanya diam. Emak, maafkan aku. Jika dulu aku bermimpi untuk mendapatkan suami seperti pangeran yang tampan, kaya raya dan baik hati. Mungkin sekarang aku harus melupakannya. Tuhan, maafkan aku untuk satu malam ini.

Patrol, 10:47 WIB
#diiringi hujan #bintanamayyada

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...