Skip to main content

Ulasan Puisi "Biasa, Luar Biasa" Karya Heru Yonata (FAMili Palembang)

Guru memang sosok yang luar biasa. Di balik "bungkus"-nya yang sering kali sederhana, bahkan apa adanya, guru jadi cahaya di tengah kegelapan. Tanpa guru, bisa dibayangkan betapa butanya masa depan sebuah bangsa. Tanpa guru, alangkah miskinnya para manusia, bahkan meski berlimpah harta karun sekalipun, di suatu negeri yang mereka huni.

Penulis mencatat kekagumannya dalam nasihat berbentuk puisi. "Kau" adalah kita, sedang "mereka" pahlawan tanpa tanda jasa. Adakah teladan yang lebih baik selain guru dan orangtua di muka bumi? Bahkan mereka yang tidak menganggap diri sebagai guru pun, yang memberi ilmu secara langsung ataupun tidak, tetap saja kita sebut "guru", bukan?

Puisi ini sederhana dan mudah dipahami. Dari segi kerapian, ada beberapa kata yang mestinya ditulis dengan huruf kecil, atau sebaliknya, seperti misalnya: "anak muda" yang menjurus pada "kau", sehingga lebih tepat ditulis "Anak Muda". Dua kata yang salah eja, "patwah" dan "mulya", yang benar: "fatwa" dan "mulia".

Dari segi isi, karena puisi bentuk karya fiksi yang "bebas", Tim FAM tidak menyarankan banyak kecuali agar penulis terus berlatih dan berlatih; menggali tema-tema lebih variatif, mencoba pilihan diksi yang menantang, membuat "percobaan" untuk mendalami ciri khas penulis sendiri, dan segala yang bisa dilakukan seorang penyair agar puisi-puisi yang dihasilkan lebih indah dan komunikatif tapi natural (tanpa menggurui).

Terus berkarya.

Salam santun, salam karya!

TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING]

BIASA, LUAR BIASA
Karya: Heru Yonata (IDFAM3365U)

Biasa, membuatnya luar biasa
Biasanya, menjadikannya berusaha lebih sempurna
Terharu jika saja Kau tahu,
Berseru jika saja Kau mampu mengukur rasa
Betapa tulusnya jiwa 
Separuh masa depan negeri ini, di pundaknya
Di depan jadi tutukan, 
Membina, menuntun menatap Langit
Kau tak mungkin menangis jika hanya menatap jauh
Jiwamu melayang, akal sehatmu hilang
“Apa yang sedang Kau pikirkan anak muda ?”
Jika Kau anggap tak bersahaja
Mereka senang memberi patwah, setulus hati
“Kenapa selalu Kau abaikan ?”.
Jika, Kau anggap mereka tak mampu berlaku bijak,
Mereka inginkan yang terbaik
Mereka seringkali tersakiti dengan
Apa yang Kau anggap pantas-pantas saja
Miliaran kata cinta di dunia ini, manis
Kata-kata cinta memanglah manis
Buah manis tak berpenghuni
Baginya tak sepenuhnya 
Masa depan bangsa adalah gambaran 
Di relung hatinya yang paling dalam
Cerdasmu, cerdasku, cerdas kita semangat bagi keindahan 
Jiwa mulyanya
Guruku, guru luar biasa!
Tiada kata “Enggan”, tiada kata “menyerah”

Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...