Skip to main content

Ulasan Puisi "Satu Sisi Bagian Hidupku" Karya Heru Yonata (FAMili Palembang)

Puisi ini bercerita tentang pertemuan lelaki dan perempuan, yang disebut "wanita malang". Cerita bermula dari perkenalan biasa, kemudian si lelaki, yang diam-diam jatuh cinta, tahu ada kepedihan di hati si wanita. Hanya saja sang wanita tidak benar-benar terbuka soal masalah hatinya. Entah apa alasannya. Yang pasti mereka bersatu dalam sebuah mahligai. Ini tampak pada baris-baris menjelang ending. 

Hanya saja, sebaris kalimat membuat segalanya agak kontradiktif: "Aku telah ungkapkan mimpi itu, tapi..." Perhatikan lagi keberadaan kata 'tapi'; pembaca akan mengira ada persoalan lain yang hadir, sebab bukankah semua sudah jelas dan sesuai dengan tujuan: berada dalam satu naungan cinta? 

Kenyataan ini ditunjukkan oleh baris-baris kalimat: "Dengan lembut kau ucapkan, kata cinta untukku" dan "Di ruang malam kita dan sesungguhnya". Artinya, cinta tidak bertepuk sebelah tangan, bukan? Maka sungguh terasa ganjil kehadiran "tapi" di atas, kecuali mungkin ada persoalan baru yang tidak terungkap dalam "kisah" di puisi ini, atau respon itu sekadar mimpi di siang bolong?

Catatan untuk EYD, beberapa yang kurang tepat adalah: "cemaspun", dan "menyejukan" yang mestinya ditulis: "cemas pun" dan "menyejukkan". 

Pesan untuk penulis, terus asah kemampuan berpuisi Anda. Berlatih dan berlatih. Dalami kepekaan lewat diksi-diksi baru yang tidak klise. Puisi memang tidak harus selalu kaya diksi, namun perpaduan yang "beda" dapat menjadi ciri khas jika suatu saat puisi-puisi itu telah matang.

Terus berkarya.

Salam santun, salam karya!
TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[BERIKUT NASKAH ASLI PENULIS TANPA EDITING]

SATU SISI BAGIAN HIDUPKU
Oleh Heru Yonata (IDFAM3365U)

Dalam waktu yang lama
Kita saling mengenal, wahai Sayangku,
“Tidakkah Kau mengingatnya ?”.

Di satu sisi bagian hidupku
Setiap hari kita bertemu pandang, tak terpikirkan olehku
Hanya saja aku tahu, Aku mencari tahu
Dalam diam selalu kutanya dirimu,
“Wahai Wanita malang siapakah dirimu ?”
Derai air matamu, keletihanmu
Telah menyeretku ke dalam bingkai hidupmu,
Kau tetap selalu tersenyum, tersenyum manis
Tak tampak keresahan, cemaspun sirna

Kau mawar indah di tanah tandus
Tak pernah layu, menyejukan jiwaku, bagiku
“Bolehkah aku meminangmu ?”

Tak ada yang terlewatkan 
Segalanya indah bagiku dalam lama kebersamaan kita,
Di dalam riang
Aku melihat senyuman indah
Di wajah teduhmu itu
Dengan lembut kau ucapkan, kata cinta untukku
Di ruang malam kita dan sesungguhnya,
Aku telah ungkapkan mimpi itu tapi, 
Sudah-sudahlah ! cukuplah sudah.

Lihat koleksi buku-buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...