Skip to main content

Ulasan Puisi "Alhamdulillah" Karya Hertika Hermansyah (FAMili Bengkulu)

Puisi ini berisi ungkapan rasa syukur seorang hamba pada Allah Swt. Setiap detik dalam hidup manusia beriman, tak lepas dari "belajar" dan selalu "mengkaji" asal muasal diri. Maka, rasa cinta dan patuh pada-Nya pun kian hari kian bertambah. Dengan kesadaran tiada hal sekecil apa pun yang sia-sia di dunia ini, juga tiada sepetik perbuatan pun yang tidak dibalas oleh-Nya kelak, seorang manusia secara tak langsung berjalan menuju cahaya ilahi.

Puisi sederhana ini baik dari segi pesan, namun kurang dari segi permainan kata/diksi. Tetapi itu bukan persoalan besar, karena puisi bentuk tulisan yang bebas. Setiap penulis, dalam hal ini puisi, akan terus menapaki proses perbaikan karya dari waktu ke waktu, selama ia tidak henti belajar dan mencoba menggali sesuatu yang baru dengan cara yang juga baru. 

Ke depan, disarankan pada penulis untuk mencoba pilihan diksi yang tidak klise, serta berani mengeksplor ide-idenya, sehingga puisi tidak terkesan datar dan lebih bisa dinikmati sebagai sebuah karya sastra, bukan sekadar ajakan atau nasihat. Tentunya, puisi yang indah dari segi sajian dan pesan, akan jauh lebih baik.

Beberapa ejaan yang salah ada pada kata: "syukur ku" dan "nafas", yang seharusnya: "syukurku" dan "napas". Tetap berpuisi dan jangan takut bermain dengan kata-kata baru.

Salam santun, salam karya!

TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING]

ALHAMDULILLAH
By Hertika Hermansyah (IDFAM3425U)

Kesusahan yang menegur 
Karena Allah mengajarkan rasa syukur 
Ujian yang menyapa hidupku 
Karena Allah mendidik agar selalu bersabar hatiku
Kegagalan yang kerap datang menghampiri 
Karena Allah melatihku agar merendahkan hati
Cinta yang membuat aku bangga pada dunia
Karena Allah ingin menguji seberapa besar Cintaku pada-Nya

Syukur ku di penghujung sujud untuk setiap karunia-Mu
Tak terbilang nikmat yang mengalir setiap saat untukku

Kau beri otak yang membuat aku memikirkan tentang-Mu
Kau beri mata yang membuat aku melihat ciptaan-Mu
Kau beri hidung yang membuat aku  menghirup kebesaran-Mu
Kau beri telinga yang membuat aku  mendengar panggilan-Mu
Kau beri tangan yang membuat aku melakukan kebaikan bagi-Mu
Kau beri kaki yang membuat aku melangkah menuju surga-Mu
Kau beri hati yang membuat aku mengharap cinta-Mu
Kau beri nafas yang membuat aku merasakan kuasa-Mu

Ikatlah hati ini dengan nikmat iman yang menggebu
Tuntunlah ruh ini berjalan lurus dalam agama-Mu

Bengkulu, 03 Juni 2015, 07:55.

Lihat koleksi buku-buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...