Puisi ini berisi ungkapan rasa syukur seorang hamba pada Allah Swt. Setiap detik dalam hidup manusia beriman, tak lepas dari "belajar" dan selalu "mengkaji" asal muasal diri. Maka, rasa cinta dan patuh pada-Nya pun kian hari kian bertambah. Dengan kesadaran tiada hal sekecil apa pun yang sia-sia di dunia ini, juga tiada sepetik perbuatan pun yang tidak dibalas oleh-Nya kelak, seorang manusia secara tak langsung berjalan menuju cahaya ilahi.
Puisi sederhana ini baik dari segi pesan, namun kurang dari segi permainan kata/diksi. Tetapi itu bukan persoalan besar, karena puisi bentuk tulisan yang bebas. Setiap penulis, dalam hal ini puisi, akan terus menapaki proses perbaikan karya dari waktu ke waktu, selama ia tidak henti belajar dan mencoba menggali sesuatu yang baru dengan cara yang juga baru.
Ke depan, disarankan pada penulis untuk mencoba pilihan diksi yang tidak klise, serta berani mengeksplor ide-idenya, sehingga puisi tidak terkesan datar dan lebih bisa dinikmati sebagai sebuah karya sastra, bukan sekadar ajakan atau nasihat. Tentunya, puisi yang indah dari segi sajian dan pesan, akan jauh lebih baik.
Beberapa ejaan yang salah ada pada kata: "syukur ku" dan "nafas", yang seharusnya: "syukurku" dan "napas". Tetap berpuisi dan jangan takut bermain dengan kata-kata baru.
Salam santun, salam karya!
TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com
[BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING]
ALHAMDULILLAH
By Hertika Hermansyah (IDFAM3425U)
Kesusahan yang menegur
Karena Allah mengajarkan rasa syukur
Ujian yang menyapa hidupku
Karena Allah mendidik agar selalu bersabar hatiku
Kegagalan yang kerap datang menghampiri
Karena Allah melatihku agar merendahkan hati
Cinta yang membuat aku bangga pada dunia
Karena Allah ingin menguji seberapa besar Cintaku pada-Nya
Syukur ku di penghujung sujud untuk setiap karunia-Mu
Tak terbilang nikmat yang mengalir setiap saat untukku
Kau beri otak yang membuat aku memikirkan tentang-Mu
Kau beri mata yang membuat aku melihat ciptaan-Mu
Kau beri hidung yang membuat aku menghirup kebesaran-Mu
Kau beri telinga yang membuat aku mendengar panggilan-Mu
Kau beri tangan yang membuat aku melakukan kebaikan bagi-Mu
Kau beri kaki yang membuat aku melangkah menuju surga-Mu
Kau beri hati yang membuat aku mengharap cinta-Mu
Kau beri nafas yang membuat aku merasakan kuasa-Mu
Ikatlah hati ini dengan nikmat iman yang menggebu
Tuntunlah ruh ini berjalan lurus dalam agama-Mu
Bengkulu, 03 Juni 2015, 07:55.
Lihat koleksi buku-buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI
Puisi sederhana ini baik dari segi pesan, namun kurang dari segi permainan kata/diksi. Tetapi itu bukan persoalan besar, karena puisi bentuk tulisan yang bebas. Setiap penulis, dalam hal ini puisi, akan terus menapaki proses perbaikan karya dari waktu ke waktu, selama ia tidak henti belajar dan mencoba menggali sesuatu yang baru dengan cara yang juga baru.
Ke depan, disarankan pada penulis untuk mencoba pilihan diksi yang tidak klise, serta berani mengeksplor ide-idenya, sehingga puisi tidak terkesan datar dan lebih bisa dinikmati sebagai sebuah karya sastra, bukan sekadar ajakan atau nasihat. Tentunya, puisi yang indah dari segi sajian dan pesan, akan jauh lebih baik.
Beberapa ejaan yang salah ada pada kata: "syukur ku" dan "nafas", yang seharusnya: "syukurku" dan "napas". Tetap berpuisi dan jangan takut bermain dengan kata-kata baru.
Salam santun, salam karya!
TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com
[BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING]
ALHAMDULILLAH
By Hertika Hermansyah (IDFAM3425U)
Kesusahan yang menegur
Karena Allah mengajarkan rasa syukur
Ujian yang menyapa hidupku
Karena Allah mendidik agar selalu bersabar hatiku
Kegagalan yang kerap datang menghampiri
Karena Allah melatihku agar merendahkan hati
Cinta yang membuat aku bangga pada dunia
Karena Allah ingin menguji seberapa besar Cintaku pada-Nya
Syukur ku di penghujung sujud untuk setiap karunia-Mu
Tak terbilang nikmat yang mengalir setiap saat untukku
Kau beri otak yang membuat aku memikirkan tentang-Mu
Kau beri mata yang membuat aku melihat ciptaan-Mu
Kau beri hidung yang membuat aku menghirup kebesaran-Mu
Kau beri telinga yang membuat aku mendengar panggilan-Mu
Kau beri tangan yang membuat aku melakukan kebaikan bagi-Mu
Kau beri kaki yang membuat aku melangkah menuju surga-Mu
Kau beri hati yang membuat aku mengharap cinta-Mu
Kau beri nafas yang membuat aku merasakan kuasa-Mu
Ikatlah hati ini dengan nikmat iman yang menggebu
Tuntunlah ruh ini berjalan lurus dalam agama-Mu
Bengkulu, 03 Juni 2015, 07:55.
Lihat koleksi buku-buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

Comments
Post a Comment