Skip to main content

Bergaullah, dan Pelajari Karakter Setiap Orang

NET
Hidup ini indah jika memiliki banyak kawan. Satu musuh rasanya terlalu ramai. Maka, jauhi permusuhan dan perluaslah pergaulan. 

Sebagai calon penulis hebat, kamu jangan ‘kuper’ (kurang pergaulan). Pergilah ke luar rumah. Jangan suka mengurung diri. Cari kawan; di mana saja. Di dunia maya, kawan sangat mudah kamu dapatkan. Kenali mereka, seakrab mungkin.

Semakin banyak kawan yang kamu miliki, semakin banyak kesempatan bagimu untuk mempelajari karakter manusia. Sebab, sifat orang itu bermacam-macam, baik perilaku dan motif pergaulannya. Ada yang baik, ada pula yang buruk. Dalam perjalanan pergaulanmu itu, lambat laun kamu semakin memahami karakter orang-orang yang hadir dalam kehidupanmu.

Mempelajari karakter manusia, tentu sangat berguna bagi profesimu sebagai seorang penulis. Ketika kamu menulis cerpen atau novel, misalnya, kamu dapat dengan mudah membayangkan karakter tokoh-tokoh cerita yang kamu ciptakan. Sebab kamu menulisnya berangkat dari karakter manusia sebenarnya. Tokoh ceritamu akan lebih hidup. Bukan boneka. Mereka nyata.

Hanya saja, ketika kamu menulis karakter hidup yang dipungut dari sifat dan kepribadian kawan-kawanmu, satu hal yang perlu kamu ingat, jangan menulis nama sebenarnya. Misal, nama kawanmu Budi, ganti menjadi Andi. Begitupun, lokasi cerita A, kamu rekayasa ke B. Mendramatisir tokoh dan seting cerita akan membuat kamu “aman” dari segala macam gugatan jika tokoh-tokoh yang kamu tulis itu masih ada di alam nyata.

Banyak sekali kejadian, penulis digugat karena kurang hati-hati menulis nama tokoh cerita. Mungkin saja maksudnya baik, tapi sebaliknya buruk bagi orang yang diceritakan. Si pemilik nama tersinggung, lalu bermacam hal tak diinginkan terjadi.

Maka, jangan sekali-sekali menulis nama asli orang yang kamu ceritakan. Buatlah nama tokoh lain, dramatisir jalan ceritanya, sehingga orang yang kamu kisahkan itu tidak tahu jika cerita yang kamu tulis adalah tentang dirinya. Kalau dia tidak tahu, kamu aman.

Penulis novel “Siti Nurbaya”, Marah Rusli, menulis novel terakhirnya, “Memang Jodoh”. Konon, naskah novel “Memang Jodoh” terpendam selama lebih dari 50 tahun dan tidak pernah diterbitkan. Alasannya, sejumlah nama di dalam novel itu masih hidup dan pengarangnya ingin menjaga perasaan orang-orang yang dijadikannya sebagai tokoh cerita. Lalu, setelah Marah Rusli tiada—dan orang-orang di dalam cerita “Memang Jodoh” juga telah tiada—oleh cucu beliau, pada 2013, novel ini baru diterbitkan.

Begitulah, kadang, untuk menjaga perasaan orang-orang yang diceritakan dalam karangan yang ditulis, beberapa pengarang memilih untuk tidak buru-buru menerbitkannya, bahkan jika perlu mewasiatkan kepada anak-cucu agar menerbitkan karya itu setelah si pengarang tiada. 

Tentu, kamu tidak perlu harus menulis wasiat dulu kepada anak-cucu kelak agar menerbitkan naskah novelmu jika kamu sudah tak ada lagi di muka bumi. Dari sekarang pun kamu bisa asal kamu mendramatisir tokoh dan jalan cerita dari novel yang kamu tulis. Tapi, jika kamu nekat dan tak takut orang-orang dekatmu komplain dan meneror dirimu, silakan saja. Itu hakmu. Tentu kamu punya alasan dan sudah matang menimbang baik buruknya. Apa pun resiko terjadi kamu sudah siap menghadapi.

Selamat menulis. (Muhammad Subhan, Pegiat FAM Indonesia)

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...