Skip to main content

Ulasan Artikel "Karena Hidup Hanya Sekali, Hiduplah yang Berarti" Karya Apriyanti (FAMili Sumenep, Madura)

Beruntunglah orang yang memahami tujuan hidupnya karena dia tahu cita-cita dalam hidupnya. Dia juga tahu bagaimana memanfaatkan kesempatan hidup ini agar hidupnya bahagia dan tidak sia-sia. Dia tahu bahwa hidup ini bukanlah sekadar permainan dan senda gurau.

Paragraf di atas adalah sepenggal bagian tulisan ini. Penulis begitu singkat merangkum maksudnya dengan hanya beberapa paragraf saja, dimulai dari hikmah yang bisa diambil dari kejadian di sekitar yang terus bergerak maju, tanpa berhenti, apalagi mundur.

Hidup memang terus berjalan. Waktu tak 'kan berhenti. Dan kelak, dunia ada akhirnya. Apa yang kita lakukan selama hidup? Karena hidup hanya sekali, ya, maka bergunalah bagi kehidupan, minimal kehidupan kita pribadi. Jikapun berguna bagi banyak orang, itu akan lebih baik.

Sayangnya penulis kurang mendalami dan fokus pada bahasannya, sehingga tulisan ini terkesan sekadar mencoret. Alangkah lebih bagus jika kutipan ayat Alquran yang berkenaan dengan tema tulisan itu dilengkapi dengan contoh kejadian di kehidupan nyata. Pembahasan bisa juga diperlebar, tanpa mengurangi fokus, pada hal-hal yang berkait kelalaian kita selama ini sebagai manusia dalam menjalani "bisnis" dunia, sehingga lupa bahwa dunia akan stop pada waktunya. Sementara, kematian sendiri pun tidak terduga.

Koreksi EyD ada pada kata-kata berikut: "kepadaKu", "kepadaNya", "diatas", "aktifitas", "rizki", "sekedar", dan "denan", yang mestinya ditulis: "kepada-Ku", "kepada-Nya", "di atas", "aktivitas", "rezeki", "sekadar", dan "dengan". Kepada penulis, Tim FAM berpesan agar ke depan tulisan-tulisan yang disajikan lebih berisi, mendalam, fokus, dan berbobot. Jangan ragu mengembangkan tulisan Anda, karena dikhawatirkan terkesan tanggung dalam menyampaikan pesan positif. Terakhir, perhatikan pula kerapian paragraf dan ejaan.

Salam aktif!

TIM FAM INDONESIA

[BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING]

KARENA HIDUP HANYA SEKALI HIDUPLAH YANG BERARTI
Karya: Apriyanti (IDFAM3760U)

Aku berdiri di depan rumah sambil memandangi burung yang sedang terbang. Burung begitu gigih mencari makan. Lalu kupalingkan pandanganku pada jam dinding. Ah... ,tak terasa telah lama aku berdiri. Ku perhatikan jarum detik yang selalu bergerak tak pernah berhenti. Dia selalu bergerak teratur ke atas lalu ke bawah kemudian ke atas lagi. Begitu seterusnya.

Ya Allah.... , kupahami bahwa kehidupan ini bermula tanpa dipinta dan berakhir tanpa diduga. Keidupan ini sepeti sebuah perjalanan yang akan berakhir dengan kematian. Sebelum kematian itu datang maka perlu memperbanyak bekal untuk menyambutnya. Bekal itu bernama amal dan taqwa.

Allah Swt telah menjelaskan maksudNya menciptakan jin dan manusia dalam Qs AdzDzariyat ayat 56,”Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu.” Allah menciptakan jin dan manusia agar hanya beribadah kepadaNya. Ibadah ini bukan hanya ibadah diatas sajadah semata tetapi seluruh aktifitas hidup kita bisa dijadikan amal ibadah bila kita ikhlas melakukannya dan  sesuaituntunan Allah dan Rasul.

Kita melakukan aktifitas makan agar kita punya tenaga untuk beraktifitas lainnya maka hal itu bisa menjadi amal ibadah.

Kita bekerja mencari rizki untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga juga bisa menjadi amal ibadah asalkan semua itu dilakukan denan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan.

Beruntunglah orang yang memahami tujuan hidupnya karena dia tahu cita-cita dalam hidupnya. Dia juga tahu bagaimana memanfaatkan kesempatan hidup ini agar hidupnya bahagia dan tidak sia-sia. Dia tahu bahwa hidup ini bukanlah sekedar permainandan senda gurau, bukan sekedar kekosongan arah tanpa sebuah makna. Dia tahu bagaimana memanfaatkan hidupnya dengan baik agar tidak ada penderitaan dan penyesalan baik di dunia dan di akhirat sehingga dia benar-benar mempersiapkan diri agar dia mati dalam keadaan tidak sia-sia namun menyambut kematian itu dengan amal-amal yang baik agar akhir hidupnya husnul khatimah. (*)

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...