Skip to main content

Karya Sastra Bisa Jadi Media Promosi Sebuah Kota

Talkshow Kepenulisan
Pariaman (FAMNews) – Walikota Pariaman diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Drs. Efendi Jamal, M.M., secara resmi meluncurkan Klub Sanggar Bahasa dan Sastra (SAHARA), Ahad (18/10), di aula Balaikota Pariaman.

Klub SAHARA didirikan sekelompok mahasiswa dan pelajar di Kota Tabuik itu, dan diharapkan akan melahirkan penulis-penulis handal di kemudian hari.

“Si anak hilang telah kembali pulang. Membangkit batang terendam,” ujar Efendi Jamal yang menyambut positif dan memberikan apresiasi atas berdirinya Klub SAHARA.

Dia menyebut, di era tahun 1980-an, di Pariaman berdiri sebuah Sanggar bernama “Paris”. Di tahun-tahun itu, banyak penulis-penulis dari Pariaman muncul di pentas nasional dan mengharumkan nama Kota Pariaman.

“Sekarang alumni Sanggar Paris banyak yang menjadi sastrawan, penulis dan jurnalis. Semoga, Klub SAHARA mengikuti jejak sukses Sanggar Paris di era itu,” katanya.

Perintis Klub SAHARA, Mardhiyan Novita MZ, S.S., mengatakan, banyak pelajar dan mahasiswa di Kota Pariaman yang berbakat menulis tapi tidak memiliki wadah penyaluran kreativitas mereka.

“Mudah-mudahan lewat Klub SAHARA ini, generasi muda Pariaman suka menulis dan produktif berkarya,” kata alumni Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada ini.

Peluncuran Klub SAHARA diawali dengan pementasan drama “Penyair  Merah Putih” yang diadobsi dari novel dengan judul sama karya Mardhiyan Novita MZ. Novel itu ditulis ketika Mardhiyan masih berstatus pelajar di MAN Koto Baru dan bergiat di Sanggar Sastra Rumah Puisi Taufiq Ismail.

Pada kesempatan itu, juga diadakan Talkshow Kepenulisan dengan dua orang narasumber, yaitu Muhammad Subhan (Penulis & Pegiat Forum Aktif Menulis Indonesia) dan Dra. Lili Asnita (Guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Negeri 4 Bukittinggi sekaligus Instruktur Sanggar Sastra Rumah Puisi).

Menurut Muhammad Subhan, kesuksesan Andrea Hirata lewat novel “Laskar Pelangi” yang kemudian melejitkan nama Belitong patut ditiru generasi muda Pariaman. 

Dia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Pariaman yang mendukung kegiatan-kegiatan kepenulisan generasi muda di kota itu.

“Karya sastra bisa menjadi media promosi sebuah kota. Dan, hari ini pengarang-pengarang muda Pariaman sedang berjuang mengharumkan nama kotanya. Ini patut kita dukung,” ujar Muhammad Subhan yang dikenal sebagai motivator kepenulisan dan redaktur sastra di salah satu koran harian terbitan Sumatera Barat. (*)

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...