Skip to main content

Kenapa Redaktur Menolak Tulisanmu?

sumber: kevinanggara.com
Hari paling buruk bagi seorang penulis adalah ketika tulisannya ditolak redaktur. 

Lebih sedih, sudahlah ditolak, tak ada kabar pula. Kepada siapa hendak mengadu dan menumpahkan keluh kesah itu? Dunia terasa sempit. Apalagi jika tak punya uang di saku. Bete!

Penulis-penulis pemula yang tidak siap menerima penolakan, banyak yang memutuskan tidak lagi menulis. Alasannya tidak berbakat. Buktinya, ditolak!

Penulis seperti ini, mentalnya tidak siap tempur. Mudah menyerah. Cengeng. Padahal, banyak alasan bagi redaktur menolak tulisan mereka. 

Bisa saja, tulisannya bagus, tetapi terlalu panjang (over) halamannya sehingga melebihi ruang yang dimiliki media dimaksud. Atau terlalu pendek, juga tidak dapat diterbitkan. Walau redaktur punya kuasa memotong naskah, tetapi ia tidak dibenarkan menambah isi naskah apalagi mengubah naskah. Bisa-bisa salah maksud. Jadi, panjang-pendek naskah harus menjadi perhatian penulis, bukan asal kirim. 

Agar tulisanmu terbit di media massa, sebelum mengirim, pelajari dulu syarat dan ketentuan pemuatan tulisan. Ikuti aturan yang ditetapkan media. Jangan dilanggar. Biasanya, di box redaksi, media mencantumkan syarat panjang naskah, termasuk jenis font, spasi dan lainnya. Taati aturan itu. Berusahalah untuk patuh.

Media sosial dewasa ini juga cukup membantu. Beberapa akun media massa di media sosial, semisal twitter atau facebook, memberikan informasi pemuatan naskah dan setiap pekannya mengabarkan karya siapa saja yang dimuat di media mereka. Bertemanlah dengan akun-akun itu, ikuti postingan-postingannya, pelajari karya apa saja yang diterima di media tersebut. Intinya, seorang penulis harus terus belajar sepanjang waktu.

Tentu, selain panjang naskah, hal lain yang perlu menjadi perhatian penulis pemula adalah momen pemuatan karya. Maksudnya, jika bulan depan tahun baru, jangan mengirim naskah bertema Hari Raya Idul Fitri, misalnya. Sebab, Idul Fitri masih jauh. Tulislah tulisan tentang penyambutan tahun baru, atau manfaat-mudharat perayaan malam tahun baru. Kamu bisa menulis fiksi maupun nonfiksi, sesuai penguasaanmu terkait materi yang kamu tulis.

Selain itu, pelajari visi dan misi media yang kamu tuju. Jika visi dan misi media tersebut dominan tentang keislaman, jangan mengirim tulisan tentang resep makanan, misalnya. Sebab, resep makanan cocoknya ke media wanita atau keluarga. 

Kesimpulannya, bila sekali ditolak, besok kirim tulisan lainnya. Terus menerus. Hingga suatu hari nanti, tulisanmu akan terbit di media. Dan, itu tidak mustahil, jika kamu tak mengenal kata menyerah. (Muhammad Subhan, Pegiat FAM Indonesia)

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com

Comments

  1. Kalau menerbitkan sendiri apakah harus pakai aturan seperti itu juga sperti penerbit indie

    ReplyDelete
  2. jadi, jangan menyerah. Don't give up...!!!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...