Ahmad Mustaqim lahir di Lampung, 21 Juli 1996. Anak pertama dari tiga bersaudara. Terlahir dari pasangan bapak Goib Ismanto dan ibu Fatonah. Berasal dari keluarga yang sederhana dan tinggal di desa Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Kabupaten Metro.
Pendidikan formalnya ditempuh dari SD hingga SMA di Metro, Lampung. Dan pada tahun 2015 ia telah menjadi mahasiswa pada program studi PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) di STAIN Jurai Siwo Metro. Ia suka membaca buku motivasi, esai, dan berbagai artikel yang semua itu mendorongnya untuk menjadi seorang penulis. Selain itu, ia juga suka jalan-jalan (piknik) terutama ke pantai atau pegunungan.
Ia bukanlah orang yang berbakat dalam menulis, namun sangat berminat pada dunia kepenulisan. Minat menulisnya muncul setelah ia lulus SMA pada tahun 2014. Saat itu ia tidak diterima di berbagai perguruan tinggi dan akhirnya berhenti setahun. Dalam kurun waktu itulah ia luangkan waktunya untuk mencoba menulis mulai dari pengalaman pribadi, membuat opini, artikel dan puisi.
Saat menjadi mahasiswa ia terus mengembangkan minat menulisnya. Menulis apa pun yang ada dipikirannya. Berbagai event menulis ia ikuti serta memberanikan diri untuk mengirim naskah ke media cetak maupun online.
Alhasil, dengan usaha yang gigih karyanya berupa artikel "Pentingnya Khutbah Jumat" dan "Nonaktifkan Telepon Genggam saat Bekerja dan Belajar" serta “Pendidikan Menuntutmu untuk Menjadi Pemberani” pernah dimuat di koran lokal (Lampung Post). Bahkan tulisan artikelnya "Kesempurnaan Allah Dalam Penciptaan Otak Manusia", "Perintah Islam, Bacalah", dan lainnya telah dimuat di media online.
Karya opini "Antara Terorisme dan Zionisme" dan cerpennya "Belajar Banyak dari MSI" juga dimuat dalam media online. Karya puisinya "Indahnya Sawah" dan Akrostik Ayah-Ibu dibukukan secara antologi oleh FAM Publishing, serta puisi lainnya yang juga di bukukan secara antologi. Semua itu membuatnya semakin termotivasi untuk menulis.
Hingga pada bulan April 2016 ia resmi bergabung bersama FAM Indonesia. Mengantongi id anggota IDFAM4060M. Menurutnya, bergabung dengan FAM Indonesia adalah kesempatan paling baik untuk belajar menulis, bisa berkonsultasi dengan ahli dan mendapatkan banyak teman penulis.
Ia berharap, dengan bergabung menjadi anggota FAM Indonesia bisa mewujudkan cita-citanya sebagai penulis yang hebat. Penulis yang mampu memberikan banyak ilmu dan motivasi serta bermanfaat bagi banyak pembaca.
"Semoga FAM Indonesia banyak membantu saya untuk lebih baik lagi dalam menulis. Saya akan menjadi penulis hebat, karena saya yakin pasti bias," ujarnya penuh semangat.
Ahmad Mustaqim dapat dihubungi melalui
E-mail: Amustaqim1996@gmail.com
Blog: Mustaqim-com.blogspot.com
HP: 085841345434

Comments
Post a Comment