Skip to main content

Resensi Novel “Senyum Gadis Bell’s palsy”

Peresensi: Miss Carol
Judul: Senyum Gadis Bell’s Palsy
Penulis: Aliya Nurlela
Penerbit: FAM Publishing
Tahun Terbit: Cetakan Pertama, November 2015
Jumlah Halaman: 304 halaman
Harga: Rp. 50.000,-

Hari-hari Delima begitu sempurna dengan wajah cantik, deretan pria yang naksir dan memiliki banyak teman. Hubungan dengan Bagas terasa manis hampir tak ada hambatan. Walaupun seringkali, kegemaran Delima yang menyukai buku dan membaca selalu menjadi alasan pertengkaran dengan Bagas yang tak menyukai buku.

Berbeda dengan Fariz, kakak Delima dan keluarga satu-satunya yang dimiliki gadis itu sejak meninggalnya orangtua mereka. Laki-laki ini sangat berpegang teguh dengan agama dan batasan antara mahram jelas menjadi alasan untuk resah saat Bagas sering mengajak Delima jalan-jalan sore ke pinggir sungai atau ke toko buku sekalipun. Sampai adik semata wayang marah karena nasihatnya, Fariz tetap menyayangi Delima sepenuh hati. Kali ini laki-laki 25 tahun itu berhenti untuk menuntut Delima soal aturan-aturan agama yang mereka yakini. Tidak ada agama yang dituntut, Tuhan juga tak meminta untuk dipilih tapi memberi pilihan untuk kaum di jalan yang benar.

Sebagai permintaan maaf pada Delima, Fariz mengajak Delima jalan-jalan sore ke mana pun yang Delima mau. Permasalahan dimulai saat Delima melihat pria yang ia cintai bermesraan dengan gadis lain di sungai tempat istimewa mereka. Fariz yang tak menyadarinya hanya mengikuti permintaan Delima untuk pulang. Esok harinya lebih parah, Delima dengan mudah memaafkan Bagas dengan alasan cinta, lupa luka pengkhianatan.

Semua kembali berjalan normal, hingga Delima merasakan sakit di telinga, wajahnya tidak simetris, mata yang bulat dan indah kini tak lagi seimbang. Seperti sesuatu yang menariknya. Fariz yang resah segera pergi ke apotik, sedangkan Bi Ratni percaya ini penyakit kiriman dan menyarankan mereka pergi ke orang pintar. Fariz jelas menolak, mana bisa memberikan kepercayaan sembuh pada orang yang menyekutukan Tuhan.

Raihanah, teman Fariz yang tanpa sengaja bertemu di apotik, menyarankan Delima di bawa ke dokter. Untuk kali ini, vonis dokter membawa duka lara. Delima terkena penyakit Bell’s Palsy yang tak ada obatnya. Ditambah Bagas yang memilih pergi dan mempermalukan dirinya depan teman kampus. Seorang pria asing yang tak dikenalnya berusaha melindunginya.

Di tengah keputusaan pengobatan mampukah Delima bertahan? Bagaimana kisah cinta Bagas dan Delima? Siapakah orang asing yang rela membantunya?

Berdasarkan kisah nyata yang berada di tengah-tengah kehidupan patut di acung jempol, ide yang jarang dikembangkan penulis lain. Bahasa yang digunakan santun dan cocok untuk remaja. Motivasi yang digunakan terkesan tak menggurui. Walaupun, mengusung tema remaja tak melulu membahas cinta terselip pesan moral pada hubungan adik kakak. Tapi, sayangnya beberapa kejadian di bab akhir seperti dipaksakan dan terburu-buru. Penggambaran suasana seperti jalan cerita sinetron zaman sekarang yang mudah ditebak pembaca.

Dengan harga sesuai kantong remaja, buku ini cocok untuk yang sedang mencari motivasi, pengembangan diri sampai mengalami demam panggung. Semua dikemas apik dengan cover yang menarik.


 Sumber: https://natacarol13.wordpress.com/2016/03/14/pejuang-bells-palsy-bertahanlah/

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...