Skip to main content

Ulasan Puisi “Aku Ingin Hidup” Karya Fitri Wahyuning (FAMili Jambi)

Puisi ini menggambarkan bahwa kehidupan layaknya daun jatuh, yang tak pernah membenci angin. Biarkan jatuh, tanpa membenci siapa pun dalam rangka menjalani takdirnya sebagai selembar daun yang sudah tiba saatnya gugur.

Saat dia jatuh dan terbang/ Saat jatuh/dan terinjak/ Saat jatuh dan layu/ Saat jatuh dan hancur/

Dan dilanjutkan dengan, "Dia hanya memberi", mungkin yang dimaksud penulis adalah sebuah makna kehidupan, bahwa kehidupan memiliki arti yang begitu dalam; tidak berlaku balas dendam, hanya memberi dan memaafkan. Dan: Pada/yang dihinggapi/dan/menghinggapi//. Di sini dapat ditafsirkan bahwa kehidupan ini memiliki sisi keindahan. Bagi yang memikirkan arti hidup (yang dihinggapi) bahwa hidup dalam kehidupan harus dijalani dengan optimis (dan menghinggapi) kebaikan tentunya serta tak pernah menyalahkan siapa pun.

Puisi ini termasuk puisi pendek. Sebenarnya, tidak ada masalah dengan puisi yang pendek, selama puisi itu memiliki ruh dan makna yang kuat. Seringkali penulis puisi lebih mengedepankan estetika kata, hingga terbuai, namun melupakan makna.

Tim FAM Indonesia memberikan beberapa koreksi pada puisi ini. Pertama, tema puisi. Penulis diharapkan dapat mengangkat tema ini dengan menggali diksi lebih dalam lagi. Apalagi pada kalimat: “Seperti daun yang tak pernah membenci angin”. Kalimat (mirip) ini sudah cukup populer dan menjadi judul novel salah seorang penulis terkenal. Sebaiknya pada bagian ini, bisa diramu kembali dan dicari padanan kata yang lain. Atau berkreasi dengan kalimat lainnya yang jauh berbeda, namun masih dengan tema yang sama. Kedua, penulisan judul, yang seharusnya ditulis “Aku Ingin Hidup.” Penulis disarankan lebih teliti pada saat editing agar tidak terjadi kesalahan ketik atau ejaan, apalagi jika naskah ini dikirim ke media massa.

Selebihnya, Tim FAM Indonesia mengucapkan selamat kepada penulis yang sudah berani (percaya diri) berkarya melalui puisi dan mencoba menyuguhkan keselarasan kata-kata optimis di setiap larik puisinya. Terus asah kreativitas menulis. Banyak-banyak membaca puisi karya penyair terkenal atau yang sudah terbit di media massa.

Salam aktif, salam literasi!
TIM FAM INDONESIA

[BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING]

Aku ingin hidup

Fitri Wahyuning ID FAM3325U


Seperti daun,
Yang tak pernah membenci angin
Saat dia jatuh dan terbang
Saat jatuh, dan terinjak
Saat jatuh dan layu
Saat jatuh dan hancur
Dia hanya memberi
Pada ...
Yang dihinggapi

Dan, menghinggapi

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...