Skip to main content

Kelingking yang Saling Mengait

Harian Singgalang, Minggu, 6 September 2015
Judul: Kelingking Persahabatan
Penulis: 23 Penulis Indonesia
Penerbit: FAM Publishing
Jumlah halaman: 164 hal
Ukuran: 14 x 20 cm
Terbit: Maret 2015
ISBN: 978-602-7956-92-6
Harga: Rp32.000,-
Resensiator: Aliya Nurlela

Persahabatan di masa kanak-kanak begitu indah, menyenangkan dan membekas diingatan. Saat bersama-sama berangkat ke sekolah—yang terkadang perjalanan itu perlu perjuangan—harus melewati jembatan gantung yang sudah rapuh, menyeberang sungai yang berair deras, menuruni lembah serta jalanan berbatu. Namun satu hal yang menguatkan tekad, adalah semangat meraih cita-cita yang terus membara. 

Seperti persahabatan antara Ratna dan ratih yang sudah terjalin sejak umur dua tahun, dalam cerpen “Kelingking Persahabatan” karya Anggraini Hilda Contezha. Keduanya tumbuh bersama. Ratih anak buruh tani yang sudah tua. Dia selalu merasa iba, setiap kali melihat ayahnya bekerja di sawah. Ratih ingin sekali membantu, namun ayahnya selalu melarang. Ayah Ratih begitu sayang pada anaknya, tidak ingin sang anak ikut merasakan kesulitan. Sementara Ratna, ia sahabat baik Ratih. Meski Ratih seorang anak buruh tani, Ratna tidak pernah mengejeknya. Ratna sangat menyayangi Ratih, selalu bahu-membahu dalam kesulitan dan menjadi sahabat yang selalu menghibur. Keduanya pun berikrar untuk bersahabat sampai kapan pun dalam suka dan duka. Jari kelingking keduanya saling mengait.

Lain halnya cerpen berjudul “Karena Kita Sama” yang ditulis Eko Prasetyo. Tema yang diangkat soal bully di sekolah, yang faktanya sering terjadi. Tokoh Dodo yang berkulit hitam (gelap), sering menjadi bahan ejekan teman-temannya, dengan sebutan “Si Item”. Panggilan itu membuat Dodo sedih dan minder, bahkan pernah berniat mogok sekolah. Namun ibu dan kedua sahabatnya selalu meyakinkan Dodo untuk mengabaikan ejekan tersebut. Dodo makin sedih, ketika kekalahan timnya dalam bermain bola ditimpakan padanya.  

“Ini gara-gara Si Item!” Begitulah ungkapan kekesalan salah satu teman Dodo. Kekalahan itu dianggap kesialan Dodo yang berkulit hitam. Otomatis hal ini membuat Dodo terpuruk, bahkan menyesali penciptaan kulitnya, “mengapa harus berkulit hitam?”

Ribut dan Waidi teman baiknya, tak lelah menghibur. Keduanya mengajak Dodo menunaikan salat asar. Ribut berujar, ”Di deretan saf salat tadi, banyak jamaahnya. Jika kita sudah menghadap kiblat dan berdoa kepada Allah, semua sama di hadapan-Nya. Allah tidak memandang jabatan dan pangkat seseorang. Allah juga tidak melihat warna kulit seseorang. Sebab, manusia yang paling mulia di hadapan-Nya adalah orang yang paling bertakwa,” tegas Ribut lagi. Berkat nasihat dari kedua sahabatnya, Dodo merasa tenang dan merasa tidak sendiri. Ternyata, masih ada sahabat yang tulus dan berhati mulia. Inilah sahabat sejati, sahabat yang sesungguhnya. 

Cerpen ini inspiratif dan sarat pesan moral. Cerpen-cerpen lainnya tak kalah menarik untuk dibaca, serta bernilai tuntunan. 23 penulis di buku ini mencatatkan persahabatan mereka di masa kecil, termasuk cita-cita, kesukaan, masa-masa sekolah dan suka-duka yang mewarnai kehidupan anak-anak.

Di media cetak porsi cerita anak sedikit sekali, padahal anak-anak memerlukan bacaan sesuai dunia mereka. Terbitnya buku ini setidaknya melepaskan dahaga anak-anak Indonesia akan sumber bacaan yang berkualitas. Buku ini layak dibaca oleh anak-anak dan para orangtua. Sangat inspiratif dan mendidik.[]

*) Aliya Nurlela, novelis dan pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...