Judul: Rumah di Tengah Sawah
Penulis: Muhammad Subhan
Kategori: Novel
Terbit: Agustus 2015
Tebal: 157 halaman
ISBN: 978-602-335-054-4
Harga: Rp40.000,- (belum ongkir)
Tibalah saat paling menakutkan itu. Puluhan aparat berbaju seragam datang ke lokasi rumah kami di tengah sawah. Sebuah kendaraan penghancur bangunan berukuran besar juga didatangkan. Suara mesinnya bagaikan auman harimau lapar. Kami histeris. Terpekik. Ibuku dan ibu-ibu tetangga lainnya memeluk erat anak-anak mereka.
Aku ketakutan dalam pelukan Ibu. Ibu menangis sejadi-jadinya.
“Jangan gusur rumah kami… di mana kami akan tinggal lagi…?!” Semua orang meratap di saat kesepakatan tak didapat antara pimpinan aparat dan kepala keluarga pemilik rumah di tengah sawah.
Tanpa dikomando, puluhan aparat berwajah beringas itu masuk ke dalam rumah. Mengeluarkan semua barang yang ada. Kami diminta ke luar rumah. Bahkan untuk mengumpulkan buku-buku sekolahku pun aku tak diizinkan.
Bapak terpekur menyaksikan peristiwa itu. Bapak memeluk Ibu dan memeluk tubuhku yang kecil. Polisi bersenjata sangat banyak jumlahnya. Wajah-wajah mereka beringas seolah tak berbelas kasihan. Ibu terus meraung meratapi nasib kami.
[Info pemesanan dan penerbitan buku di FAM Publishing hubungi Call Centre 0812 5982 1511, atau email: aktifmenulis@gmail.com]
Penulis: Muhammad Subhan
Kategori: Novel
Terbit: Agustus 2015
Tebal: 157 halaman
ISBN: 978-602-335-054-4
Harga: Rp40.000,- (belum ongkir)
Tibalah saat paling menakutkan itu. Puluhan aparat berbaju seragam datang ke lokasi rumah kami di tengah sawah. Sebuah kendaraan penghancur bangunan berukuran besar juga didatangkan. Suara mesinnya bagaikan auman harimau lapar. Kami histeris. Terpekik. Ibuku dan ibu-ibu tetangga lainnya memeluk erat anak-anak mereka.
Aku ketakutan dalam pelukan Ibu. Ibu menangis sejadi-jadinya.
“Jangan gusur rumah kami… di mana kami akan tinggal lagi…?!” Semua orang meratap di saat kesepakatan tak didapat antara pimpinan aparat dan kepala keluarga pemilik rumah di tengah sawah.
Tanpa dikomando, puluhan aparat berwajah beringas itu masuk ke dalam rumah. Mengeluarkan semua barang yang ada. Kami diminta ke luar rumah. Bahkan untuk mengumpulkan buku-buku sekolahku pun aku tak diizinkan.
Bapak terpekur menyaksikan peristiwa itu. Bapak memeluk Ibu dan memeluk tubuhku yang kecil. Polisi bersenjata sangat banyak jumlahnya. Wajah-wajah mereka beringas seolah tak berbelas kasihan. Ibu terus meraung meratapi nasib kami.
[Info pemesanan dan penerbitan buku di FAM Publishing hubungi Call Centre 0812 5982 1511, atau email: aktifmenulis@gmail.com]

Comments
Post a Comment