![]() |
| NET |
Kamu sering
dengar kan, kalau menulis harus sepaket dengan membaca? Orang yang suka nulis,
otomatis harus suka baca. Dari mana dia dapat vitamin untuk menulis, kalau
malas membaca? Jelas-jelas menulis dan membaca itu satu paket, tidak bisa
dipisah-pisahkan.
Namun, masalahnya,
kamu sering mengeluh; betapa sulitnya membiasakan baca buku. Bawaannya malas
dan ngantuk. Nah, keluhan ini perlu kamu atasi segera, sebelum menjadi penyakit
akut yang membuatmu benar-benar kehilangan selera membaca. Caranya? Banyak cara
deh yang bisa kamu lakukan.
Coba deh
pakai tips-tips membaca berikut ini, agar kamu tidak bosan dan malas lagi.
Pertama, mulailah dari bacaan yang kamu
sukai. So, ini tidak bisa ditawar. Meskipun ada puluhan ribu judul buku di
perpustakaan terdekatmu, bukan berarti kamu harus suka semua buku itu. Memang,
dianjurkan kamu baca semua—tanpa pilih-pilih—tapi... dalam rangka membiasakan
membaca, akan sulit kamu lakukan. Ujung-ujungnya gairah membacamu tidak tumbuh,
makin malas dan hilang selera. Nah, jadi tidak perlu kamu lahap semua, cukup
pilih dulu buku-buku yang kamu sukai. Misal, novel. Coba deh, mulai dari baca
novel dulu.
Sebuah
perpustakaan, sudah pasti memiliki banyak koleksi novel. Itu kesempatanmu untuk
membacanya satu persatu. Selesai membaca satu novel, lanjutkan membaca novel berikutnya.
Terus begitu, dari novel satu ke novel lainnya.
Kamu akan mendapat
wawasan, ide, motivasi dan pencerahan. Kamu juga akan terkagum-kagum dengan
tulisan para novelis yang kaya wawasan. Hingga timbul pertanyaan dalam benakmu,
“dari mana para novelis ini tahu soal ini dan itu?” Nah, di situlah kamu akan
sadar bahwa membaca itu penting. Ternyata, para novelis saja rajin membaca,
hingga buku-bukunya berbobot dan kaya wawasan.
Kedua,
sering-seringlah bertemu dengan teman yang suka membaca. Bukan sekadar bertemu,
lho! Tapi kamu ajak dia mengunjungi perpustakaan, membaca bersama, diskusi isi
buku yang pernah dibaca, saling bertukar pikiran, termasuk saling bertukar
buku. Siapa tahu koleksi buku temanmu lebih beragam. Selain hemat, kamu juga
bisa membaca buku sepuasnya. Asal tahu aja, kalau pinjam buku teman, harus
hati-hati. Jangan sampai bukunya keriting, menggulung, robek, kena tumpahan
kopi, atau dicoret-coret. Bisa-bisa temanmu ogah meminjamkan buku lagi. So,
jagalah sebaik mungkin, seperti menjaga bukumu sendiri. Pandanglah buku
tersebut sebagai kekayaan berharga yang tidak boleh rusak, sebab akan jadi
warisan untuk generasi selanjutnya.
Nah, kalau
tips kedua ini kamu lakukan secara rutin dan tidak terpaku pada satu teman,
secara perlahan semangat baca bukumu akan tumbuh. Ingat, semangat itu mudah
nular lho!
Ketiga, cari
tempat yang asyik untuk membaca. Kamu merasa bosan dan malas baca buku, bisa
jadi gara-gara cara berpikirmu yang monoton. Kamu terlalu kaku; punya anggapan
kalau baca buku itu harus duduk manis di rumah dalam ruangan tertutup. Padahal,
baca buku tidak harus selalu begitu lho. Baca buku di dalam rumah, itu sudah
biasa. Kalau kamu orang yang gampang bosan, harusnya ubah cara berpikirmu dan
beranilah membaca di mana saja. Asal di tempat yang aman ya. Jangan
mentang-mentang cari suasana baru, terus kamu baca buku di tengah rel kereta
api. Tidak se-ekstrem itu, Guys!
Kamu bisa
duduk-duduk santai di teras rumah. Tidak perlu kaku dengan duduk di kursi.
Duduk saja di lantai, sambil selonjor kaki. Sesekali sambil berbaring, atau
menggelapar di lantai he...he. Tidak masalah, toh itu rumahmu kan?
Kamu juga
bisa baca buku di bawah pohon yang rindang, sambil bersandar ke batangnya.
Merasakan angin sepoi, mendengar kicau burung dan gemerisik dedaunan yang
saling bergesekan, duh... sangat nyaman untuk membaca. Tapi ingat, jangan terlena
dengan sejuknya suasana hingga kamu tertidur dan gagal baca buku.
Masih ada
sawah di sekitar rumahmu yang tak kalah menarik dijadikan tempat membaca. So,
duduk-duduk saja di pinggir sawah. Kamu akan merasakan sensasi luar biasa,
apalagi kalau padi sedang menghijau dan langit cerah. Wow, lukisan alam yang
elok itu sangat mendukung aktivitas membacamu.
Tak masalah
juga, kamu mencoba baca buku di atas batu sungai. Itu mengasyikan lho! Sungai
dengan segala daya tariknya, akan memberikan sensasi lain dan semangat baru.
Kamu bisa membaca buku sekaligus membaca alam, ada dua keuntungan. Siapa tahu,
berkat jalan-jalan ke sungai, ide menulismu bertambah. Keren, bukan? Tapi
ingat, jangan di sungai yang rawan banjir atau di musim penghujan. Bukan hanya
bukumu yang berpotensi hanyut, tapi kamu juga.
Kalau di
dekat tempat tinggalmu tidak ada sawah, kebun, hutan atau sungai, bukankah
masih ada warung, kafe, atau kedai-kedai lesehan? Kamu bisa manfaatkan itu.
Baca saja di sana, duduk di tempat paling pojok sambil ‘ngopi’ dan makan
camilan. Tak kalah asyik deh.
Intinya,
membangkitkan gairah membaca harus lahir dari dirimu sendiri. Kamulah yang
harus kreatif dan pandai-pandai buat perubahan. Seiring rutin dan rajinnya,
kamu akan tertata menjadi orang yang suka baca, bahkan kecanduan alias
ketagihan. Tanpa perlu disuruh, di mana pun, kamu rela tenggelam membaca buku.
So, percayalah! (Aliya Nurlela, Pegiat FAM Indonesia)

Comments
Post a Comment