![]() |
| Bedah Novel |
Acara diikuti aktivis literasi sejumlah komunitas penulis di Sumatera Barat, di antaranya FAM Wilayah Sumatera Barat, Rumahkayu Indonesia, FLP Sumatera Barat, Books Reader Padang, Klub Sahara, dan pegiat S3 (Silaturahim Sastrawan Sumbar).
“Hari ini lahir lagi sastrawati dari Ranah Minang. Ini adalah jenis novel memoar yang ditulis pengarang berdasarkan kisah nyata,” ujar Irzen Hawer yang juga guru bahasa dan sastra Indonesia SMA Negeri 1 Batipuh.
Sementara, Muhammad Subhan menilai novel ini unik, sebab penulis menghadirkan tokoh utama yang merantau ke Jakarta berstatus remaja perempuan. Lumrahnya, di Minangkabau, kebiasan merantau dilakukan remaja/pemuda laki-laki.
“Pengarang melawan kebiasan umum di Minangkabau bahwa merantau adalah tugas laki-laki, sementara perempuan menunggu di rumah gadang. Tentu, ini sah terjadi, sebab zaman berubah,” ujar Muhammad Subhan, penulis novel “Rumah di Tengah Sawah”. (*)
Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments
Post a Comment