Skip to main content

Menulis Itu Tidak Perlu Nilai


By: Najla Al-Faiq

Menulis adalah satu aktivitas yang  kita lakukan sejak masih kecil. Namun menulis di bahasan ini bukanlah menulis abc seperti yang dilakukan anak Sekolah Dasar. Melainkan menulis sesuatu yang itu akan bermakna bagi orang-orang di sekitar, seperti puisi, cerpen, novel, esai ataupun artikel. 

Tidak sama halnya seperti pelajaran di sekolah, menulis itu tidak perlu dinilai. Karena nilai suatu tulisan akan berbeda bagi setiap pembacanya. Si A bilang kalau tulisan ini adalah tulisan yang paling bagus, tapi si B menyangkal jika ada tulisan lain yang jauh lebih bagus. Jadi bisa dibilang nilai dari suatu tulisan itu sifatnya relatif, tergantung dari siapa yang membaca, orang mana yang membaca, dan latar belakang orang yang membaca. 

Biasanya hal yang ditakuti oleh penulis pemula adalah nilai dari tulisannya. Dia takut jika orang-orang akan menganggap tulisannya tidak bagus. Padahal ketakutan itu sangatlah tidak masuk akal. Dia belum mencoba, tapi sudah takut untuk jatuh lebih dulu. Sebagaimana yang disinggung sebelumnya, nilai suatu tulisan atau karya tulis itu sebenarnya relatif, sama halnya dengan ukuran kecantikan dan ketampanan seseorang. Jangan hanya karena si A menganggap tulisanmu tidak bagus, lantas kamu berhenti untuk menulis. Justru, jadikan penilaian mereka sebagai awal dari perjuanganmu. Tidak ada yang instan di dunia ini. Semua penulis yang kini populer, dulunya juga pasti pernah mengalami hal itu. Bukannya patah semangat, mereka justru makin giat menulis sampai akhirnya karya mereka pun diakui dan dihargai masyarakat. 

Selain karena penilaian orang lain, terkadang kita juga takut menulis karena menilai tulisan kita sendiri. Tentu saja, setiap penulis pernah mencoba menilai tulisan mereka dengan membandingkannya dengan tulisan penulis lain yang lebih populer. Kata-kata seperti, “Ah, ini kurang menarik”, “kenapa ceritanya jadi semakin membosankan?”, “ternyata tulisanku sangat buruk”, dan lain sebagainya kerap kali kita lontarkan secara langsung maupun hanya dalam benak. Sikap seperti ini tidak tepat. Menulis tidak sama dengan mata pelajaran yang harus mendapat nilai tinggi untuk dinyatakan terbaik. Menulis adalah buah kreativitas dari ide masing-masing. Tidak ada seorang pun yang bisa memberikan ranking pada ide tiap-tiap orang.  

Menulis harus dilakukan dengan senang hati. Jangan pedulikan apa kata orang, apalagi memberikan batas pada diri-sendiri dengan membandingkan tulisan dengan tulisan orang lain. Menulis itu tidak perlu nilai, karena nilai itu sifatnya relatif. 

*Najla Al-Faiq, Penulis muda yang sudah menerbitkan novel perdananya berjudul, “Sepasang Mata Biru Jihyun.” Suka menulis sejak kecil. Mendapat beberapa penghargaan di bidang menulis. Artikel karyanya sudah dimuat beberapa media. Saat ini sedang mengenyam pendidikan di sebuah perguruan tinggi. Untuk baca-baca karya Najla, bisa berkunjung ke blog: https://kumpulantentangku15.blogspot.co.id/

Sumber foto: Pinterest

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...