Wardah Mimi adalah
seorang guru Bahasa Inggris yang bercita-cita menjadi penulis terkenal sejak
duduk di bangku PGA (tingkat SLTA) tepatnya kelas 2. Saat itu, ia mengikuti
beberapa lomba menulis cerpen di Majalah Anita dan Aneka, namun tidak membawa
kemenangan. Sementara itu, satu dari dua buah puisinya berhasil dimuat dalam
Majalah Aneka.
Seiring waktu berlalu,
keinginan Wardah Mimi untuk menjadi penulis terkenal pun, bangkit lagi di akhir
tahun 2015. Hal itu didorong adanya lomba cerpen yang diadakan di sekolah
tempatnya mengajar--yang khusus diikuti oleh para siswa. Menurutnya, jika
murid-muridnya saja bisa menulis cerpen, kenapa ia tidak?
Berdasarkan pemikiran
seperti itu, pada akhir bulan Februari 2016, wanita yang berdomisili di Medan
ini pun, mulai berencana untuk merangkai judul novel yang ingin ia terbitkan.
Dan setelah 3 jam melalui banyak pertimbangan, akhirnya ia memutuskan untuk
menerbitkan buku. Ia berharap karyanya digemari banyak penikmat sastra dan juga
menguntungkan dalam hal penjualan.
Novel "Setetes
Air Mata di Hari Pertunangan" akhirnya terbit Februari 2017 di Penerbit
FAM Publishing, yang merupakan divisi penerbitan FAM Indonesia.
Wardah Mimi juga
bertekad menerbitkan 4 novelnya yang lain, yaitu Setetes Air mata di balik
Cincin Tunangan seri 2, Ternyata Perwiraku Cengeng, Ikhlas tapi tak Rela dan
Suamiku Rela jadi Budakku karena Dosa-dosanya.

Comments
Post a Comment