Skip to main content

Ryan Pramana Putra, Penulis Muda yang Menorehkan Prestasi



Ryan P. Putra. Pria kelahiran Surabaya, 29 November 1997. Sejak pertengahan 2016, ia mulai kuliah S1 Departemen Fisika di Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Mulai menulis sejak duduk di bangku kelas 9 SMP. Ia mulai menulis bukan karena hobi, tetapi karena ‘dendam’. Kisah awal menulisnya dimulai saat ia menerima tugas menulis cerpen dari Dispendik Kota Surabaya pada tahun 2013. Selain untuk penilaian mata pelajaran Bahasa Indonesia, cerpen tersebut akan dipilih untuk diterbitkan menjadi buku antologi cerpen. Dengan iming-iming seperti itu, ia sangat berambisi untuk menulis cerpen.

Ketika akan menulis cerpen, ia tidak bisa menciptakan gagasan. Meski temanya cukup mudah yakni idolaku, ia masih kebingungan. Menurutnya, ia tidak boleh menulis tentang orang tua, artis, atau khalifah, karena menurutnya hal tersebut akan banyak yang menulisnya. Sehingga, ia harus menciptakan bahasan yang lain. Namun, ia tidak bisa menemukan. Sehingga mencoba browsing cerpen di internet dengan tema yang sama. Dari cerpen yang ia temukan itulah, ia menemukan ide. Akhirnya, jadilah cerpen 5 halaman.

Cerpen yang rampung selama 4 hari itu, ia serahkan ke guru Bahasa Indonesia di SMP-nya untuk dinilai dan dikirim ke Dispendik Kota Surabaya. Setelah berminggu-minggu cerpen tersebut ia serahkan, tetapi tidak ada pengumuman. Ia sudah bertanya kepada guru Bahasa Indonesianya namun tetap tidak ada jawaban pasti. Dari sana, ia mulai dendam atas usaha dan ambisinya yang tidak membuahkan hasil. Padahal, ia sudah menulis cerpen tersebut dengan bersusah payah.

Selang beberapa bulan dari tugas tersebut, Ryan ditawari oleh guru lesnya untuk menulis cerpen yang akan diterbitkan menjadi sebuah buku antologi cerpen. Dari tawaran tersebut, ia tertarik dan menulis cerpen tanpa browsing di internet alias asli dari imajinasinya sendiri. Kabar bahagianya, cerpen yang pertamakali ia tulis tersebut, diterbitkan oleh FAM Publishing (2013) di buku antologi cerpen “Meraih Impian”. Atas pemuatan cerpen pertamanya tersebut, ia mulai nulis dengan berbagai jenis tulisan fiksi dan non fiksi. Belasan tulisannya sudah dimuat di berbagai buku antologi cerpen dan puisi. Selain itu, tulisannya pernah dimuat di Radar Surabaya, Harian Waspada, dan sering di Harian Surya serta di berbagai media online. Pada Maret 2016, ia merampungkan buku tunggalnya berjudul “Kelinci Percobaan K-13” yang diterbitkan oleh FAM Publishing.

Ryan tercatat sebagai anggota FAM Indonesia, sejak masih duduk di bangku SMA. Ia aktif mengikuti kegiatan kepenulisan di FAM bersama FAM Wilayah Surabaya.

Ryan termasuk anak muda yang gigih mengikuti lomba, hingga meraih beberapa prestasi, di antaranya;  Juara 3 Lomba Tulis Puisi yang diselenggarakan oleh SMK Teknik PAL Surabaya Tingkat Surabaya pada tahun 2014, Juara 3 Lomba Karya Tulis Islami yang diselenggarakan oleh OSIS SMA Negeri 2 Surabaya Tingkat Jawa Timur pada tahun 2015, Juara 3 Lomba Esai Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia pada tahun 2016, dan Juara Terfavorit Lomba Taujih Visual/Typografi yang diselenggakaran oleh JMMI ITS diikuti oleh seluruh mahasiswa ITS angkatan 2016 pada tahun 2017, dll.

Untuk mengenal Ryan lebih dekat, bisa melalui: writeseringgila.blogspot.co.id, Facebook: facebook.com/writeseringgila (Ryan P. Putra), dan Instagram: writeseringgila. [FAM]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...