Kediri-Jumat (16/6),
perwakilan Tim Jurnalis STAIN Kediri berkunjung ke Sekretariat FAM Indonesia
untuk mewawancarai Pegiat FAM, Aliya Nurlela. Hasil wawancara tersebut,
rencananya akan diterbitkan di Majalah Dedikasi STAIN Kediri edisi mendatang.
Perwakilan Tim
Jurnalis tersebut mengatakan, tertarik memilih wadah kepenulisan FAM Indonesia
untuk wawancara seputar literasi, sebab wadah ini berada di wilayah Kediri.
Namun gaungnya, hingga ke luar daerah. Terbukti, dengan terbentuknya banyak
cabang FAM di berbagai kota. Hal lain, karena FAM Indonesia dinilai sebagai
wadah kepenulisan yang aktif. Berbagai event kepenulisan rutin digelar, serta
melahirkan karya dalam bentuk buku yang tidak sedikit.
Maria sebagai salah
satu perwakilan, mengajukan pertanyaan terkait prospek literasi di wilayah
Kediri. Menurut Aliya Nurlela, bahwa prospek literasi di Kediri sangat bagus.
Minat membaca dan menulis—terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa—cukup
tinggi. Hal itu terbukti dari lomba-lomba kepenulisan yang pernah digelar FAM
Indonesia, peserta selalu meluber. Bahkan, melebihi kapasitas yang ditargetkan.
Demikian pula lomba terkait literasi yang digelar Dinas Kearsipan dan
Perpustakaan Kabupaten Kediri, jumlah peserta yang mendaftar, melebihi jatah
yang ditentukan. Itu artinya, minat terhadap literasi sangat bagus.
Sementara itu Laila
perwakilan lainnya, mengajukan pertanyaan terkait pesatnya perkembangan
teknologi yang menawarkan cara praktis membaca tanpa membeli buku cetak dan
pengaruhnya terhadap penjualan buku.
“Buku cetak dan buku
digital atau e-book memiliki kekurangan dan kelebihan
masing-masing. Memang, untuk memiliki buku digital tidak perlu susah-susah
pergi ke toko buku untuk membelinya. Hanya tinggal men-download dan
selesai. Tapi para penulis tetap lebih suka karyanya diterbitkan dalam buku
cetak. Karena bagi penulis, karya yang telah dibukukan itu adalah bukti, bukti
kalau karyanya memang layak untuk dibukukan. Jadi, perkembangan teknologi
sebenarnya tidak mengurangi kepopuleran buku cetak. Justru dengan teknologi
yang makin berkembang, orang-orang yang suka mengoleksi buku cetak tidak perlu
susah-susah untuk beli ke toko buku, cukup dengan memesannya dari toko online,”
jelas Aliya Nurlela yang sudah lima tahun mengelola usaha penerbitan buku
cetak.
Di akhir wawancara,
perwakilan Tim Junalis tersebut menyatakan keinginannya untuk bergabung menjadi
anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. [FAM]


Comments
Post a Comment