Skip to main content

Gerakan Literasi FAM Surabaya di SDIT Al-Uswah Surabaya


"Dengan Membaca Aku Mengenal Seisi Dunia, Dengan Menulis Seisi Dunia Mengenalku." Itulah quote yang disampaikan Kak Evie dan Kak Yudha dari FAM Surabaya kepada 30 adik-adik kelas 3 SDIT Al Uswah Surabaya pada hari Senin, 25 Maret 2018. Bekerja sama dengan Badan Perpustakaan dan Kearsipan (Bapersip) Provinsi Jawa Timur, mereka mengkampanyekan pentingnya kegemaran membaca dan menulis sejak masih usia anak-anak. 

Dengan kemasan bahasa tutur yang mudah dipahami namun menyenangkan, Kak Evie dan Kak Yudha memotivasi adik-adik Al Uswah untuk suka membaca dan cinta menulis.


 Di bagian penutup, Kak Evie juga menampilkan salah satu keahliannya sebagai seorang ibu yaitu storry telling dengan menyajikan cerita "Cetakan Kue Ajaib".
Seperti lazimnya anak-anak, siswa Al Uswah pun memiliki cita-cita. Ada yang ingin jadi pilot, dokter, polisi, dan banyak lagi. Namun apa pun cita-cita pilihan mereka, semua mempunyai satu kebutuhan yang  sama, yaitu membaca. Karena hanya dari membaca manusia akan mengetahui banyak ilmu pengetahuan, khususnya yang menunjang tercapainya cita-cita.

 "Bayangkan jika calon dokter tidak suka membaca buku tentang penyakit dan cara mengobatinya, bisa-bisa nanti orang sakit gigi disuntik perutnya," begitu logika sederhana yang disampaikan Kak Yudha.

Lebih mendasar lagi, Kak Evi menyampaikan bahwa seharusnya manusia itu sudah dibiasakan untuk suka membaca sejak masih di kandungan. Dengan cara apa? Dibacakan (terutama ayat-ayat Allah), oleh ibunya. Sedangkan Kak Yudha juga mengingatkan, sebelum turunnya perintah salat dan ibadah lainnya, perintah yang pertama kali turun adalah "Iqra Bismirabbikalladzi Khalaq" yang artinya "Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan". Bagaimana bisa salat dengan benar kalau tak pernah tahu bacaan-bacaan dan ilmu-ilmu tentang salat?

Lalu apa pentingnya menulis? Setidaknya ada dua. Menulis adalah cara efektif mengikat ilmu. Jika tak diikat, dikhawatirkan ilmu akan lepas dari memori manusia. Dengan menulis, manusia juga bisa berbagi ilmu bermanfaat sehingga seisi dunia pun mengenalnya. Apa jadinya jika tak satu pun manusia menulis buku? 


Persoalannya, dari mana anak-anak bisa mendapat bacaan-bacaan sehat berkualitas? Di sinilah peran para pegiat literasi, termasuk pustakawan sekolah dan juga Bapersip Jawa Timur. Ironis jika kampanye literasi gencar dilakukan tetapi anak sekolah tak tahu di mana perpustakaan, tak mendapat layanan terbaik untuk bisa mendapat bacaan sehat, atau tak menemukan  bukunya karena koleksi di perpustakaannya masih sangat minim. 

Sinergi dalam rangka menumbuhkan budaya literasi pastinya akan makin baik dengan adanya keterlibatan para pelaku pendidikan di sekolah. Sudah saatnya sekolah tidak masuk dalam polemik perlu atau tidaknya Ujian Nasional atau terjebak pada kebanggaan atas capaian 100% tingkat kelulusan,  kalau kenyataannya kecakapan literasi pelajar Indonesia ada di peringkat 63 dari 72 negara peserta kompetisi PISA 2018. [Laporan Koordinator FAM Wilayah Surabaya]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...