Skip to main content

Jadikan Pena Bagian dari Dakwah


Oleh: Nurul Fadhilla

Di kehidupan ini semua makhluk diibaratkan hanya mampir minum, tiada yang abadi kecuali Allah SWT pencipta langit dan bumi. Kelak di alam barzah manusia akan ditanya empat perkara, yaitu umur, ilmu, harta dan tubuh. Umurnya dihabiskan untuk apa? ilmunya diamalkan atau tidak? hartanya diperoleh dari mana dan ke mana ia habiskan? dan tentang tubuhnya, capek atau lelahnya untuk apa? Jadi di dunia ini, hendaklah manusia menata niat, bagaimana mengupayakan tanggung jawabnya.

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang sempurna, makhluk yang berakal budi. Maka sepatutnya manusia mengimplementasikan kelebihan yang dimilikinya dengan mengamalkan ilmu yang dimilikinya. Banyak cara dalam mengamalkan ilmu, jangan berfikiran hanya seseorang yang memiliki tali toga saja yang dapat mengamalkan ilmunya. 

Ada satu nasihat dari Imam Al-Ghazali yang perlu diketahui manusia yaitu “Bila kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah.”  Dari nasihat tersebut akan masuk dalam benak dan menancapkan dalam hati bahwa dalam mengamalkan ilmu tidak harus seorang raja atau pun ulama, manusia biasa yang tidak memiliki gelar atau pun jabatan yang tinggi dapat berkesempatan mengamalkan ilmu lewat penanya, dengan niat menulis untuk kemaslahatan bersama adalah bagian dari dakwah.

Selain itu Ali bin Abi Thalib berkata “Semua penulis akan meninggal, hanya karyanyalah yang akan abadi sepanjang masa. Maka tulislah yang akan membahagiakan dirimudi akhirat nanti.” Dari pesan tersebut mengisyaratkan bahwa tulisan yang bermanfaat dapat menjadi bekal amal yang dibawa saat meninggal. Sebab saat meninggal kelak bukan harta atau pun rupa yang dapat menolong dari gejolak panas melainkan amal dan perbuatan semasa hidup.

Dengan begitu manusia tidak hanya sekedar mampir untuk minum di dunia, namun juga memberi manfaat bagi seluruh umat muslimin lewat karya-karya hasil pemikirannya. Apabila manusia meninggal, karyanya akan tetap terkenang dalam lembaran dan akan bermanfaat bagi pembacanya serta pahala akan mengalir tanpa putus. Manusia memiliki kesempurnaan melebihi makhluk lain, sebab manusia memiliki senjata berupa akal dan aqidah sebagai perisai hidupnya.



*)Nurul Fadhilla, lahir di Kediri, 13 Juni 1996, seorang mahasiswi semester VIII di IAIN Kediri Fakultas Tarbiyah,yang memiliki hobbi menulis sebagai media dakwah. Alamat rumahnya di Dsn. Sumberagung Ds. Krecek Kec. Badas Kab. Kediri. Penulis dapat dijumpai di via sosial media facebook https://www.facebook.com/nurul.fadhilla.948 dan juga bisa lewat e-mail nurulfadhilla151@gmail.com 0858-0835-9075 ig; @nurulfadhilla151

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...