Skip to main content

Yang Tersisa di Milad FAM ke-7


Oleh: Lihar Amin

Maspati merupakan kampoeng kecil nan mungil ditengah Kota Surabaya yang dikelilingi gedung mewah bak menara. Lingkungannya yang masih asri dan banyak bangunan tua yang terjaga dengan baik, menjadikan Kampoeng Lawas Maspati sebagai salah satu wisata edukasi sejarah di Kota Surabaya. Letaknya yang tidak jauh dari Stasiun Pasar Turi , Kampung Ilmu, dan Tugu Pahlawan, maka secara otomatis Maspati menjadi icon Kota Surabaya karena keunikan yang didalamnya. Pada jaman penjajahan Belanda dan Jepang, Maspati menjadi benteng pertahanan Belanda dan banyak terdapat rumah tua. Ada SD Ongko Loro (sekolah desa pada jaman penjajan Belanda), Omah Tua yang dibangun pada tahun 1907, dan masih banyak lagi yang bisa membuktikan bahwa daerah tersebut memang menjadi saksi pertempuran Indonesia untuk mengusir penajajah dari Tanah Air. Secara umum, Maspati berada di Kecamatan Bubutan dan Kelurahan Bubutan.

Dulu, Maspati sama sekali tidak ada yang tahu. Bahkan bisa dibilang sama seperti daerah lainnya yang kumuh, sampah berserakan dimana-mana, dan segudang permasalahan lainnya. Sejak tahun 2013, Maspati terpilih secara berturut-turut menjadi kampung terbersih dan merupakan program Walikota Surabaya, Dr. (H.C) Ir. Tri Rismaharini, MT. Berawal dari sinilah Kampoeng Lawas Maspati dikenal dan bahkan sering menerima kunjungan Tokoh Dunia yang kebetulan mampir atau punya agenda di Surabaya.

Di tempat yang sejuk nan asri inilah, Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia menyelenggarakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-7, sejak berdiri pada tanggal 02 Maret 2012. FAM Indonesia adalah salah satu komunitas kepenulisan nasional yang berkantor pusat di Pare, Kediri, Jawa Timur, dan sudah mempunyai cabang di berbagai daerah. Salah satunya FAM Surabaya, yang diamanahkan menjadi tuan rumah. Dengan persiapan yang mendadak, singkat, cepat, dan tepat, teman-teman FAM Surabaya segera menyusun dan merancang acara dengan baik. Pertemuan demi pertemuan terus kami dilakukan, guna mencari solusi agar pelaksanaan acara bisa berjalan dengan aman.

Karena FAM mempunyai banyak cabang, maka yang datang juga berasal dari berbagai daerah. Mulai dari Pulau Sumatera (Padang dan Medan) hingga Nusa Tenggara Barat (Lombok), serta berbagai kota di Jawa Timur (Surabaya, Gresik, dan Kediri). Melihat antusias teman-teman yang datang, FAM Surabaya semakin semangat, seolah tak mengenal lelah. Sebelum puncak acara, teman-teman mulai berdatangan dan langsung ke penginapan yang tidak kalah asri dengan Kampoeng Lawas Maspati. Dari situ, satu sama lain mulai berkenalan, bercengkrama, hingga terjalin keakraban diantara sesama insan penulis.

Lalu, pada tanggal 02 malam, ada syukuran (potong tumpeng) sebagai wujud syukur kapada Tuhan, karena di usia yang ke-7 FAM Indonesia terus berkarya kepada bangsa. Diawali kata sambutan oleh Ketua Umum FAM Indonesia, Muhammad Subhan, Sos, I, lalu dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, dan ditutup dengan do’a oleh Ustad Agus Salim (salah satu penulis dan inspirator FAM Indonesia), serta akhiri dengan makan bersama.

Sebelum puncak acara pada tanggal 3, seluruh peserta berkesempatan untuk jalan-jalan untuk mengetahui apa saja yang ada di Kampoeng Lawas Maspati. Dipandu oleh pihak Maspati, teman-teman mendapat pengetahuan baru dan sempat berfoto diberbagai tempat di kampeong itu.

Tepat pukul 08:30 WIB, dimulai acara inti. Yaitu diskusi isnpirasi seputar kegiatan literasi. Yang tidak kalah menarik, ada Bapak Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur, Dr. Abdul Hamid, MP yang memberikan isnpirasi tentang kepenulisan.  

*) Lihar Amin, anggota FAM Surabaya yang menjadi panitia acara milad ke-7 FAM Indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...