Skip to main content

2 Modal Utama Menjadi Penulis yang Hebat


Menjadi seorang penulis itu susah-susah gampang. Banyak sekali yang bermimpi menjadi seorang penulis tapi tidak sedikit juga yang berhenti dan menyerah. 

Kamu mau jadi penulis yang hebat? 2 modal utama harus kamu punya untuk mempersiapkan diri menjadi seorang penulis. Niatkan hati dan persiapkan mental yang kuat adalah modal utama dalam menulis. 

Menulis itu adalah belajar. Kamu mau menjadi seorang penulis itu artinya kamu siap untuk selalu belajar. Menulis bukan hanya sekadar menuangkan ide-ide saja, menulis adalah media untuk membuka pengetahuan baru dan berbagi pengalaman kamu kepada orang lain. Tapi menulis bukan sebatas itu saja, penulis yang hebat juga harus memilih kata dan bahasa yang sesuai. Menulis bukan asal tulis agar menjadi sebuah tulisan. Menulis adalah kegiatan di mana menuangkan ide, pengetahuan dan pengalaman yang kita punya agar menjadi sebuah karya yang bermanfaat dan menarik untuk dibaca oleh masyarakat luar. 

Rintangan dan hambatan yang datang ketika menulis tentunya akan meruntuhkan niat para penulis pemula. Maka untuk menjadi seorang penulis yang hebat diperlukan modal niat dan mental yang kuat. 

Mengapa dibutuhkan niat yang kuat? Karena ketika menulis seringkali ucapan hati diri sendirilah yang bisa menggugurkan niat seorang penulis tersebut. Dengan beberapa ucapan hati seperti "tulisanku kok tidak ada yang baca", "tulisanku kok tidak menarik", "aku kok tidak punya ide buat ditulis", "apa yang harus aku tulis?" Terkadang pertanyaan-pertanyaan itu yang akan mengugurkan niat seorang penulis. Maka di sini untuk menjadi seorang penulis yang hebat di butuhkan niat yang kuat agar jika tersandung batu kerikil tidak akan membuat kamu patah semangat melainkan dengan adanya batu kerikil tersebut akan membuat kamu lebih mau belajar dan lebih mau membaca lagi. 

Mengapa dibutuhkan mental yang kuat?  Karena jadi seorang penulis itu tidaklah mudah. Banyak sekali yang memandang remeh seorang penulis, sebagai contoh banyak yang bilang "ah tulisanmu tidak menarik", "menjadi penulis itu gak ada uangnya", sampai ada yang bilang "tulisan nya kok gitu sih gak bagus". Nah perkataan sepele macam itu sering kali membuat kamu patah semangat bukan? Ini adalah alasan kenapa menjadi seorang penulis itu harus mempunyai mental yang kuat. Karena menjadi penulis itu tidak selalu dipandang baik oleh orang lain dan terkadang tidak semua tulisan kita disukai oleh masyarakat luar. Ada yang suka, ada yang kurang suka bahkan tidak sedikit yang menganggap remeh sama karya yang kamu hasilkan. Maka untuk menjadi seorang penulis yang hebat dibutuhkan mental yg kuat agar tidak mudah patah ketika disepelekan, bahkan jika nantinya kamu disepelekan oleh orang lain itu akan menjadi motivasi kamu untuk membuat karya yang lebih baik lagi. 

So, siapkah kamu menjadi seorang penulis yang hebat? Fighting!💪

Sumber foto: Google

(TIM PENULIS FAM)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...