Skip to main content

Meningkatkan Produktivitas Menulis Melalui Buku Harian


Siapa yang tidak mengenal buku harian?
Sebuah catatan kecil, yang dijadikan sebagai penampung cerita dari seluruh aktivitas harian. Mulai dari suka, duka, biasa, tragedi, hingga ekspektasi, kita torehkan di dalamnya. Bahkan, tak jarang ia menjadi teman setia yang selalu menemani, ke mana pun kita pergi.


Menulis buku harian, mungkin hanyalah sesuatu yang biasa bagi sebagian orang. Tidak memiliki nilai keistimewaan sama sekali. Dan tidak sedikit pula yang beranggapan hal tersebut merupakan pekerjaan yang hanya menyita waktu saja. Tetapi, sebenarnya aktivitas menulis buku harian memiliki banyak sekali manfaat. Terutama dari segi psikologisnya.

Dan tidak hanya itu, ternyata, menulis buku harian juga dapat meningkatkan produktivitas menulis seseorang. Mengapa demikian? Ketika menulis buku harian sudah tertanam dalam keseharian kita, maka secara otomatis kita pun sudah membiasakan diri untuk menulis apa saja setiap hari. Dan meluangkan waktu untuk melakukannya. Kedua hal itu, merupakan beberapa di antara kunci untuk menjadi seorang penulis yang hebat. Tanpa disadari, kita telah melakukannya, melalui aktivitas menulis buku harian tersebut.

Peningkatan produktivitas menulis, sangatlah penting untuk terus dilakukan. Terutama bagi para penulis pemula, yang ingin terus mengasah keterampilan menulisnya.

Lalu, bagaimana cara meningkatkan produktivitas menulis melalui buku harian?
1. Menulis setiap hari
Tuliskan setiap yang kita lalui dalam aktivitas harian kita. Jangan menuliskannya kala ingin saja. Hal ini dapat melatih kemampuan kita dalam menuangkan ide ke dalam setiap tulisan.
2. Menulis seperti bercerita
Dalam menulis buku harian, ejaan dan kaidah penulisan tidaklah dituntut. Kita bebas menuangkan segala yang ada dalam pikiran. Kita juga bebas meluapkan seluruh perasaan, tanpa memikirkan kata yang menarik perhatian pembaca. Karena, hal itu bukanlah tujuan utama kita dalam menulis buku harian. Dan yang terpenting, buku ini bagian dari privasi, yang tidak bisa dibaca oleh semua orang. Melainkan diri sendiri saja. Jadi, tulislah seperti tengah bercerita kepada teman atau saudara.
Misalnya: "hai Diary, kamu tahu nggak?" atau kata semisal lainnya. Ini merupakan salah satu kaidah yang harus dilakukan ketika membuat sebuah tulisan, bagi seorang penulis. Yaitu menulis tanpa mengedit secara bersamaan.


Jadi, bagi kamu yang bermimpi ingin menjadi penulis hebat, dan bingung untuk melakukan apa saja sebagai modal untuk terus melatih kemampuan dan meningkatkan produktivitas dalam menulis, kamu dapat melakukannya dengan memulai membiasakan menulis buku harian.

Selamat mencoba!

Sumber foto: Google

(TIM PENULIS FAM)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...