Skip to main content

Karya Fiksi, Perlu Riset Nggak, Sih?


Seperti yang kita ketahui, fiksi ialah cerita yang tidak berdasarkan kisah nyata, atau dengan kata lain, karya fiksi berasal dari imajinasi penulis dan 'tidak harus' berdasarkan fakta.

Nah, karena fiksi bukan berdasarkan kisah nyata, kebanyakan penulis seringkali menganggap sepele bahkan mengabaikan pentingnya riset untuk karya fiksinya.  Padahal penulis yang baik harus mampu meyakinkan pembacanya dengan cerita yang ia tulis. Membuatnya seolah-olah nyata dan hidup. Imajinasi penulis saja tidak akan mampu menghidupkan suasana cerita, kesannya akan terasa datar seperti hanya tempelan belaka.

Semisal, untuk membuat novel fiksi yang berlatarkan mahasiswa yang kuliah di Selandia Baru, dan kamu belum pernah ke sana, tentu saja melakukan riset itu penting. Tidak mungkin, 'kan, kamu menulis gambaran Selandia Baru seperti yang ada dalam imajinasimu.

Dalam gambaranmu, Selandia Baru sama saja dengan negara di belahan Bumi Utara yang musim dinginnya jatuh pada bulan Desember sampai Maret. Padahal, di Selandia Baru musim dinginnya pada bulan Juni sampai Agustus. Nah, kamu tentu tidak bisa seenaknya menulis seperti itu, 'kan?  Bisa-bisa kamu dicap pembohong dan penyebar hoax.

Bukan hanya untuk menentukan latar riset itu penting, tapi juga untuk menentukan karakter tokoh, seperti profesinya, kondisi psikis ataupun fisiknya. Misal, kita menceritakan tentang tokoh yang mengidap Alexthymia, gangguan bipolar, psikopat, alter ego, hingga kepribadian ganda. Tentu saja kita memerlukan riset, 'kan? 

Riset dapat dilakukan dengan berbagai cara, bisa dengan turun langsung ke lapangan dan mewawancarai nara sumber, atau jika tidak memungkinkan bisa dengan membaca buku dan mencari datanya di internet. 

Sudah paham, kan, kenapa riset itu dibutuhkan meski untuk karya fiksi?  Yup, supaya tulisanmu terkesan nyata dan tidak hanya sekadar mengarang-ngarang saja,  tapi punya 'isi' bukan sekadar basa-basi.

Sumber foto: Google
(TIM PENULIS FAM)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...