Skip to main content

3 Strategi Menulis Anti Mandeg Bagi Pemula


Menulis merupakan salah satu sarana untuk mengekspresikan diri. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya tulisan yang berseliweran baik di media sosial maupun media elektronik. 

Meski demikian, tidak sedikit di antara mereka ketika hendak menuangkan isi pemikirannya ke dalam sebuah tulisan mendapat kesulitan dan kebuntuan, yang sering diistilahkan dengan "mandeg". Penyakit mandeg ini seringkali dialami para penulis pemula, yang belum lihai dalam memainkan kata. Namun, setiap kendala yang menghambat para penulis--seperti mandeg--dapat diatasi dengan berbagai solusi.

Berikut ini 3 strategi menulis anti mandeg bagi pemula sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Yang kemudian disingkat dengan kata "batuk". 
"Batuk" merupakan singkatan dari baca, tulis, dan konsisten.
Penulis akan memaparkan uraian dari masing-masing kata di atas.


Pertama, baca. seorang penulis tidaklah dapat terlepas dari aktivitas ini. Mengapa? Karena, membaca ibarat asupan makanan yang harus senantiasa dikonsumsi oleh penulis. Semakin banyak membaca, maka akan semakin memperkaya kosakata, yang akan memudahkan dalam menuangkan setiap ide dari pikiran. Mulailah dengan membaca tulisan-tulisan ringan, seperti: quotes, artikel, cerpen, komik, novel, dan buku-buku lainnya.

Kedua, tulis. Jika ingin menjadi seorang penulis, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memulai menulis. Tuliskan apa pun yang ada di dalam pikiran. Jangan terlalu memikirkan bagaimana agar tulisan kita menarik perhatian membaca, dan sebagainya. Kebanyakan memikirkan hal tersebut, maka akan dapat berakibat fatal. Mandeg pun akan menyerang, bahkan tidak jarang mundur sebelum mencoba menjadi pilihan. Mungkin, istilah-istilah seperti, "menulis semudah bernapas", " menulis semudah berbicara", tidaklah asing lagi di telinga kita. Bagaimana hal itu mampu kita dapatkan? Tidak sekadar istilah yang memenuhi kepala. Kuncinya, mulailah menulis, menulis, dan menulis. Jangan menggabungkan dua pekerjaan sekaligus. Antara menulis dan mengedit. Semakin sering menulis maka Anda akan semakin lihai melakukannya.

Ketiga, konsisten. Ini merupakan hal yang paling penting. Kesuksesan menjadi seorang penulis, akan dapat terwujud jika dilakukan secara kontinue tahap demi tahapnya. Konsisten untuk melakukan kedua strategi sebelumnya. Membaca dan menulis. Mulailah untuk memasang target dan luangkan waktu untuk melakukannya. Misalnya: membaca minimal satu buku/pekan
Menulis 100 kata/hari. Dan ingat, setiap target yang telah ditetapkan harus dilakukan dengan disiplin.


Sumber foto: Google

(TIM PENULIS FAM)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...