Skip to main content

7 Tips Antigalau Buat Jadi Penulis Wow


Pernahkah kamu melihat sebuah kejadian menarik, tetapi ketika kamu tulis, kesannya jadi biasa-biasa saja? Atau kamu pernah membayangkan bisa menjadi penulis buku best seller yang kemudian diangkat ke layar lebar, tetapi faktanya untuk mengawali satu kalimat saja susah? Jangan galau, jangan khawatir. Berikut ini ada 7 tips antigalau untuk penulis pemula agar mampu melahirkan sebuah karya.


1. Lihat, dengar, rasakan, catat.


Seorang penulis seringkali disebut sebagai orang-orang spesial yang lebih memilih jalan kesunyian (#ea!) untuk menemukan inspirasi dan menghidupkan imajinasinya. Meskipun demikian, sangat keliru jika seorang penulis cuek bebek dengan keadaan sekitarnya. Cobalah untuk peka dengan kejadian yang kamu lihat, dengar, dan rasakan di sekitarmu. Catat setiap informasi unik dan kejadian menarik. Tak perlu panjang-panjang, cukup dengan satu kata atau kalimat sederhana dengan tiga kata. Jika tidak ingin repot membawa-bawa buku dan bolpoin, kamu cukup menuliskannya di gawai. 



2. Mainkan imajinasimu pada sebuah peta pikiran.


Setelah mendapatkan beberapa kejadian atau informasi menarik, saatnya kamu gunakan bekal itu untuk memainkan imajinasimu. Rangkailah setiap peristiwa ke dalam peta pikiran sederhana. Tapi ingat, tentukan dulu jenis tulisan yang ingin kamu buat, fiksi atau nonfiksi. Peta pikiran untuk tulisan fiksi setidaknya mengandung 3 unsur, yakni tokoh dan perwatakan, latar tempat dan waktu serta alur cerita. Jangan terlalu pusing memikirkan tema, judul dan amanat. Ketiganya akan berkembang mengikuti cerita yang kamu buat. Sedangkan untuk tulisan nonfiksi, kamu perlu spesifikasikan lagi jenisnya, apakah itu artikel populer, berita, opini, atau lainnya.



3. Tulis dan tabrak saja!


Setelah menuliskan peta pikiran sederhana, kini saatnya kamu mulai menulis! Tulis tanpa keraguan. Kesampingkan dulu benar tidaknya ejaan dan tanda baca. Jika ada kata-kata atau bahasa asing yang ingin kamu masukkan, tapi kamu belum yakin penulisan yang benar, cukup tulis dalam bahasa Indonesia. Tabrak semua keraguan dan aturan-aturan dalam menulis yang mungkin membelenggumu.



4. Cooling down.


Setelah berhasil menulis satu karya, meskipun itu masih acakadut, langkah selanjutnya adalah cooling down. Endapkan dulu tulisanmu dalam waktu sehari atau paling lama sepekan (jangan kelamaan!). Berbahagia dan banggalah pada dirimu sendiri karena akhirnya kamu berhasil menulis hingga selesai!



5. Jadilah editor sadis untuk karyamu sendiri!


Setelah masa-masa tenang, kini saatnya kamu membuka kembali tulisanmu. Ingatlah bahwa apa yang kamu tulis beberapa waktu lalu belumlah matang, masih berupa tulisan mentah yang perlu ditambahkurangi di beberapa bagian, disempurnakan ejaan dan tanda bacanya serta dipoles dan dibumbui agar lebih sedap. Jangan ragu untuk menghilangkan bagian-bagian yang tidak perlu, mengganti nama ataupun judul. Tak masalah jika tulisan sepuluh halamanmu hanya menjadi tiga halaman setelah diedit, tapi hasilnya lebih matang dan cantik.



6. Percayalah bahwa karyamu layak dibaca!


Jika proses self editing telah kamu lakukan, maka jangan ragu untuk mempublikasikan karyamu. Bersyukurlah karena kamu dilahirkan di era digital seperti sekarang. Kamu tidak perlu mengirimkan karya ke media cetak dan menunggu berbulan-bulan tanpa kepastian apakah karyamu layak dimuat atau tidak. Saat ini banyak aplikasi menulis gratis yang bisa kamu menjadikan tempat untuk membagi karyamu. Aplikasi-aplikasi media sosial yang banyak jenisnya juga bisa jadi sarana yang sangat pas untuk mengatakan pada dunia bahwa kamu mampu menghasilkan karya.



7. Yakin, setiap tulisan pasti akan bertemu jodohnya.


Karyamu sepi pengunjung atau tidak ada yang _like, share, and comment? Jangan galau dulu! Bisa jadi teman-teman medsosmu bukanlah penikmat tipe karyamu. Yakinlah, setiap tulisan akan bertemu jodohnya. Tidak berarti karya yang viral itu bagus, atau karya yang tenggelam itu buruk. Hanya saja karya itu belum menemukan pembaca setianya. Bukankah tidak setiap orang mampu menikmati mahakarya Kahlil Gibran atau Jalaludin Rumi dengan baik?  Tetapi itu tidak menghalangi mereka menggoreskan namanya dalam sejarah sastra dunia.


Nah, itulah 7 tips yang bisa kamu lakukan agar dapat memulai berkarya. Ingatlah, seorang penulis akan panjang umur dengan karyanya. Bukankah profesor pun tak akan diakui kepandaiannya jika tak pernah menghasilkan tulisan? Jangan galau lagi, jangan pernah berhenti berkarya. Pisau akan semakin tajam jika terus diasah, begitu pula dengan kemampuan menulismu. Tak ada yang dapat meningkatkan kemampuan menulis selain dengan terus menulis. Jadi, tulislah apa yang ada di pikiranmu dan lihat bagaimana dunia berubah karena tulisanmu! 

Sumber gambar: Google

(TIM PENULIS FAM)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...