Indahnya Lembayung Meranum di Bibir Langit
Oleh: Sukimin
Mentari mulai hampir terbenam
Lembayung senja muncul segera
Warna cerah di langit siang hari
Menjelma kuning keemasan saat senja
berwarna indah merah jingga
Ketika lembayung menampakkan mahkotanya
Semua makhluk merunduk tunduk
Mereka ingin mengakhiri pengembaraan siang
Dengan menyembunyikan makna di sanubari masing-masing
Sebagai cerita suka, duka
Ketika lembayung meranum di bibir langit
Burung-burung terbang kembali ke sarangnya
Binatang ternak kembali ke kandangnya
digiring penggembala
Ketika lembayung meranum di bibir langit
Seakan kehidupan siang itu ‘kan berakhir
Berakhir indah ‘tuk dikenang
Sebagai buah tangan
Kehidupan ini benar tetapi tak tenar
Sebentar, menanti tergantikan malam
Dari sini kita harus pandai mensyukuri nikmat
Yang diberikan kepada semua makhluk ciptaanNya
Lembayung meranum di bibir langit engkau membuat kagum
Bagi semua makhuk ‘tuk mengakiri siang hari
Sampai akhir hayat ini
Katingan, 17 Januari 2020
(Puisi ini terdapat dalam buku antologi puisi "Lembayung Meranum di Bibir Langit" terbitan FAM Publishing)
Tentang Penulis:
SUKIMIN, S. Pd. Lahir di kota Karanganyar, Solo Jawa Tengah. Pekerjaan Pengajar Di SDN-2 Telangkah, Kalimantan Tengah.

Comments
Post a Comment