Daun-daun Berguguran
Karya: Sri Fajar Ningsih
Angin berembus kencang
Panas udara silir menerpa
Di sepanjang jalan tumbuh kokoh barisan Sena
Kala itu dedaunannya tak hijau lagi
Bukan karena warnanya yang kuning atau kecokelatan
Tapi menua karena berkurang produksi klorofil
Musim panas yang mendegradasi
Dedaunan pun siap gugur......berhambur......
Bocah-bocah ramai bermain
Di bawah pohon
Laksana Puteri menari
Berlomba tangkap daun yang berguguran
Riang canda tawa tak henti
Diiringi waktu lupakan hari
Kemarin rindang daunmu
Kini satu per satu berguguran
Esok kau pasti hadir bersemi
Lusa rindang kembali
Ada harapan kupajang di ujung jalan
Kan kujelang indahnya mentari pagi bersama nyanyian burung
Bersemi......daun-daun bersemi setelah berguguran terbawa musim
Hidup harus lalui
Semua tahapan yang Allah beri
Bersyukur nikmat janganlah henti
Inilah tamsil hidup hakiki
(Karya ini terdapat dalam buku antologi puisi "Daun-daun Berguguran" terbitan FAM Publishing)
Tentang Penulis
Sri Fajar Ningsih adalah guru mapel Bahasa Indonesia di SMP Negeri 43 Medan, lahir di Langkat, 3 Oktober 1967. Telah menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di IKIP Negeri Medan 1991, S2 Program Adminisrrasi Pendidikan di UPMI Medan 2016. Telah bergabung di FAM Indonesia sejak tahun 2018, dari November 2018 hingga Desember 2019 telah ikut menerbitkan beberapa buku antologi bersama FAM Publising.

Comments
Post a Comment