LELAPLAH KAU, WAHAI, KESUMAKU
Karya: Andi Jamaluddin AR. AK
mengenang peristiwa 7 februari 1946
sebuah nukilan sejarah perjuangan rakyat Pagatan
Lelaplah kau, wahai, kesumaku
pada sekeping mimpi matahari
dari cahaya api darahmu
mengalirlah langkah-langkah, dan
tatap mata, jauh di sana
Lelaplah kau, wahai, kesumaku
Akan kutuliskan reranting
di atas helai-helai waktu
pun sejarah menjadi setapak jalan
bagiku, anak negeri, yang kelu
melukiskan desingan harapan
Lelaplah kau, wahai, kesumaku
sebab 7 februari telah menjadi bingkai
beribu dedaunan karamunting menunduk
dan ombak mengalirkan rindu
tak henti
di sini, pada negeri bersujud
Lelaplah kau, wahai, kesemaku
Damai di pembaringan Mattone.
Pagatan, 04-02-2015
(Karya ini terdapat dalam buku antologi puisi "Lelaplah Wahai Kesuma" terbitan FAM Publishing)
Tentang Penulis:
Andi Jamaluddin, AR. AK. Mulai aktif menulis sejak awal 80an, terutama puisi
dan cerpen. Berkali-kali menjadi pemenang sayembara penulisan naskah buku yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Nasional, baik di tingkat provinsi maupun nasional dan cipta puisi. Sudah melahirkan puluhan kumpulan puisi tunggal maupun antologi bersama. Beberapa puisinya diterbitkan di berbagai koran dan surat kabar. Saat ini masih mengelola dan membina anak-anaknya di Komunitas Bagang Sastra Tanah Bumbu. Menerima hadiah seni dari Gubernur Kalsel Tahun 2012, Hadiah Seni Astaprana dari Kesultanan Banjar Tahun 2016 dan Anugerah Seni dari Bupati Tanah Bumbu Tahun 2018.

Comments
Post a Comment