Skip to main content

50 Penyair Muda Meneropong Realitas Indonesia

Judul Buku: Kejora yang Setia Berpijar
Penulis: 50 Penyair Muda Indonesia
Penerbit: FAM Publishing
Tebal: 280 halaman
Cetakan: I, Januari 2013
ISBN: 978-602-17404-0-8


Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno (alm) dalam sebuah pidatonya pernah mengatakan, “Berikanlah kepada saya seribu orang tua, maka saya akan memindahkan Gunung Simeru dari akarnya; tapi berikan kepada saya 10 pemuda yang berbakti kepada Tanah Air, maka saya akan mengguncang dunia”. Inilah ungkapan puji dan puja bagi semangat juang para pemuda dan pemudi di masanya. Soekarno menggunakan ungkapan ini untuk membangkitkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air para pemuda-pemudi untuk bangkit melawan penjajah. Kemerdekan menjadi tujuan mutlak yang tak bisa ditawar.

Ungkapan Soekarno ini sangat kontekstual pada masa itu. Namun, bagi kaum muda masa kini, apa implikasi dari ungkapan itu? Sebagai kaum muda yang melek sejarah, sudah sepantasnya ungkapan itu menyisir hati dan jiwa kita untuk melihat laku mana yang harus kita wujudkan dalam keseharian kita. Sekecil apapun itu, pasti memberi efek yang sangat besar di kemudian hari. Sudahkah kaum muda masa kini memikirkan hal ini?

Pada zaman yang dihiasi hiruk pikuk dan “budaya bunglon” (suka berubah sesuai tuntutan zaman) ini, beberapa kaum muda secara eksplisit ingin mengatualisasikan sari dari pesan Soekarno. Dengan polos, lugu, dan niat suci mereka mengambil jarak dengan realitas, lalu meneropongnya dalam-dalam. Hasil peneropongan mereka itu dituangkan dalam puisi-puisi yang syarat makna.

Mereka bukan penyair ternama yang telah mencatatkan namanya di ranah kesusasteraan Indonesia. Mereka bukan politisi yang membicarakan penderitaan rakyat sekaligus mengeruk uang rakyat untuk pesta pora dan biaya kehidupan partai. Mereka hanyalah insan yang lahir ke dunia untuk membawa perubahan-perubahan demi masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik.

Dalam buku “Kejora yang Setia Berpijar”, ke-50 penyair muda tampil dengan satu fokus sorotan mata pada makna “Pahlawan di Mataku”. Sembari mengusung semangat warisan Soekarno, mereka memberi warna kepada sejarah Indonesia masa kini. Bagi ke-50 penyair ini, seorang Pahlawan bukan hanya mereka yang mengacungkan bambu runcing di masa Soekarno, bukan juga mereka (menteri) yang berhasil menjalankan amanah Presiden dalam Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu I & II, tapi termasuk pula tukang sapu jalan.

Jasa para petani yang menyuplai beras bagi kehidupan penduduk Indonesia dan dunia, mendapat porsi perhatian yang sangat besar dalam perspektif para penyair muda ini. //di sisi tebing.// kedua kaki keriput, kedua tangan lemah bertarung dengan ilalang lebat//tulang yang tak kuat bergetar berpegangan pada akar belukar// (Karya Novita Suchi). Atau, //rembulan ini masih sama//purnama ini masih sama//seperti duapuluh tahun lalu//saat pacul tuaku membelah tanah ini//peluh mencair di bidang-bidang pematang// (Karya Steve Agusta). Atau //benih-benih padi terhampar di sawah//sosok pak tua menggarap tanah//peluhnya beradu dengan pasrah//menatap sang surya yang enggan mengalah// (Karya Melati Pertiwi Puteri).

Selain itu, masih ada sejuta pandang dari sisi lain yang mengangkat jasa orang-orang yang selama ini kita anggap biasa saja. Para guru, ibu rumah tangga, sahabat adalah objek yang disasar ke-50 penyair ini. Mereka menghadirkan perspektif baru. Dengan rangkaian kata, mereka berusaha menerjemahkan seruan Soekarono tadi dalam buku “Kejora yang Setia Berpijar” yang sarat makna ini.

Mata dan hati tak akan lelah berdecak kagum pada tarian pena para penyair muda ini. Mereka, dengan segala kemampuan yang dimiliki, menyematkan semangat saling menghargai, apapun profesi yang kita miliki. Lebih dari itu semua, mereka telah mengabadikan setiap momen penglihatan mereka akan realitas yang ada di sekitar mereka. Mata pembaca dijamin tak akan lelah untuk menyisir halaman demi halaman dari “Kejora yang Setia Berpijar”, terbitan FAM Publishing ini. Selamat memasuki pertapaan penuh makna dalam tuntunan ke-50 penyair muda, harapan masa depan Indonesia.

STEVE AGUSTA
Jakarta

[Info pemesanan dan penerbitan buku di FAM Publishing hubungi Call Centre 0812 5982 1511, atau via email forumaktifmenulis@yahoo.com, dan kunjungi web di www.famindonesia.com].

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...