Skip to main content

Judul Buku Terbitan FAM Publishing dalam Untaian Kata

NOVEL
Nasibku kini tak menentu, berada “Di Ujung Layang-layang.” Aku ingin memahami arti cinta sesungguhnya. Cinta yang menenteramkan dan tak melukai. “Ustad Seumur Jagung” pernah berkata, “The Definition of Love” adalah cinta pada Tuhanmu dan dari Tuhanmu. Itulah sebenar-benar cinta. Ia berfatwa, “Sabda Cinta di Atas Nama Tuhan” lebih agung dari segala cinta. Bulir-bulir hangat membasahi pipi keringku. Tampak di kejauhan “Rinai Kabut Singgalang” memanjakan alam, menebarkan kesejukan pada jiwa-jiwa yang rapuh. Seakan ikut memberikan jawaban atas definisi cinta yang sesungguhnya.

CERPEN

Kulihat sosoknya yang penuh wibawa. Mataku berbinar berpadu senyum merekah hingga ke pucuk bibir. Kebahagiaanku tak terlukiskan. Hari ini bunga elok “Flamboyan Senja” akan berpindah tangan menjadi milikku. Seikat bunga yang kunanti dari seseorang yang kukagumi. Sosok itu semakin dekat, jantungku berdegup. Siap mendengar kalimat yang paling mendebarkan dan mampu melemparkan ke angkasa. Suaranya tegas, “Untuk Sumarni dari Suparman,” ujarnya.  Lalu bunga itu diserahkan padaku.  Mataku terbeliak. Ternyata, bunga itu bukan untukku. Sungguh aku kecewa. Lagi-lagi untuk Sumarni.

“Pigura Retak” separah retaknya hatiku yang terlukai. Aku tahu diriku tak sempurna. Sakit ini telah menggerogoti tubuh lemahku. Tapi, tolong “Jangan Pudarkan Semangatku.” Aku masih ingin “Merajut Asap” bersamamu, seperti yang pernah kita lakukan waktu itu. Ketika “Bintang Redup” di dasar hatiku semakin tak terkendali, “Cermin Cahaya” akan mewakili ucap bibirmu menjadi syahdu. Meski sakit yang kuderita di matamu tak wajar, namun kucoba titipkan pesan pada “Sayap Jibril.” Suatu hari nanti kau akan berujar, dirimu elok dalam “Pesona Odapus.” Baiklah, akan kutinggalkan Kota Gudeg hari ini juga. “Jogja oh Jogja” telah mengendap dalam wadah kenangan masa lalu bersamamu. Kini, aku tak berminat menemuimu lagi di dunia nyata, jika itu akan menambah dalamnya luka batinku. Cukuplah “Fesbuk” menjadi penghubung antara kita berdua. Meski kau jauh di mata, namun akan selalu dekat di hati.

NONFIKSI

“Andai Aku Tahu Dosa Itu Ada,” mulai saat itu akan berhati-hati memberikan penilaian. Ucapanku akan diatur dalam “Manajemen Kritik” kamus hidupku. Sebab, membebaskan lisan tanpa aturan bukan “Cara Berpikir Seniman.”
Aku tak ingin menjadi “Katak dalam Tempurung.” Aku adalah aku, yang suka berkelana. Mata hatiku harus lebih tajam setajam “Cahaya Hati Sang Pengembara.” Meski “Kadang Hidup tak Mengenal Tuhan” namun aku tetap punya semangat berbagi melalui “Pemberdayaan Masyarakat,” juga “Zakat dan Pembangunan Sosial.”

PUISI

Ketika “Kemarau Kemarin” memasung langkahku menemuinya, kulihat cahaya “Mozaik Matahari” menyilaukan pandangan. Tak akan menyurutkan langkahku. Aku tetap menunggunya di “Dermaga Batu” seperti janji kita dahulu. Karena kuyakin, “Kejora yang Setia berpijar” akan selalu menemani sepanjang waktu.

Alam seakan ber”Metamorfosis” menendangkan tembang-tembang kehidupan dalam buaian “Kidung Pengelana Hujan.” Tanpa sadar, aku telah terdampar di kotanya. Kebahagiaanku membuncah, namun tak kuasa berteriak. Hanya berbisik pelan, “Bukittinggi, Ambo di Siko.” Dalam suasana keharuan dan kesyahduan, diiringi “Siluet Tarian Indang” kita mengikat janji dalam “Ijab Kabul Pengantin”. Sungguh menjadi sebuah “Keindahan Cinta dalam Doa.”

CATATAN
Semua judul buku di atas adalah terbitan FAM Publishing, Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Terima kasih kepada seluruh penulis yang telah menerbitkan bukunya di FAM Publishing.

[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre 0812 5982 1511, atau via email forumaktifmenulis@yahoo.com, dan kunjungi web kami di www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...