Skip to main content

Ulasan Puisi “Kau, Aku dan Indonesia” Karya Atik Mar’atusholihah (FAMili Tuban)

Kecintaan kepada Tanah Air, bangsa dan bahasa adalah kesatuan yang tak bisa lepas sebagai anak negeri yang terlahir dan dibesarkan di bumi Nusantara ini. Dalam berbagai liku kehidupan dan roda pembangunan ada banyak corak memang yang mewarnai juga memaknai arti sebuah cinta akan negeri.

Indonesia adalah sehamparan puisi yang dianugerahkan Tuhan pada kita, keindahan alam, sumber alami, cuaca tropis yang memikat dan kesuburan bumi yang mampu menumbuhkan berbagai tumbuhan dan hasil bumi. Tak pernah habis memang kata-kata untuk menggambarkan kesuburan, keindahan dan keharmonisan paduan alam , seperti selembar sorga yang dibentangkan di muka bumi.

Mungkin atas kecintaan penulis akan tanah airnya hingga ia selalu melukiskan dan memaparkan ke dalam puisi ini.

Sederet kisah tertuang dalam indahnya puisi..
Indonesia berkisah puisi dimatamu..
Kekayaan bahasamu mempertajam kami mengkhayati penuh inspirasi..
Engkau kaya akan rangkaian kata indah menyeimbangkan suasana..
Penuh kreatif mengolah barisan kalimat yang membuka mata kami..
Merenungi semua makna puisimu


Lima baris pertama puisi ini, mungkin dalam satu renungan ternyata penulis sempat tergugah dengan bahasa pengantar kita, yaitu Bahasa Indonesia. Jelas sekali penekanan akan kecintaan pada Bahasa Indonsia ini yang ternyata puisi telah mampu digali oleh penulis dan penyair lainnya dalam puisi-puisi indah yang tak kan pernah habisnya tergores oleh mata pena dan hati.
Ya, pada sebuah kedalaman puisi yang digali, ternyata mampu menghadirkan sebuah rasa kagum dan pesona hati dari kata-kata yang dirangkai.

Ada banyak yang disampaikan penulis sebagi bentuk kecintaan terhadap Tanah Airnya. Kita akan merasakan bila menyimak hingga baris terakhirnya. Kalimat demi kalimat, baris demi baris, kita merasa diombang mengikuti denyut cinta itu sendiri.

Tapi kenapa kita serasa harus berulang-ulang kali membacanya untuk bisa memahami dan merasakan keindahan yang terlukis?

Ya, nampaknya penulis cukup mampu merangkai diksi-diksinya hingga menjadi barisan kalimat-kalimat dalam sebuah puisi. Benar memang, sering penyair “menyembunyikan” makna yang tersirat dalam puisinya dengan gaya bahasa dan kedalaman menggali kata-kata.

Tapi unsur yang melibatkan keutuhan sebuah puisi tidak berarti kita selalu diabaikan, seperti rima, persajakan, dan pesan yang coba disampikan. Mungkin di sanalah juga ada kekuatan sebuah puisi.

Secara umum penulis telah mampu menggambarkan perasaan dan imajinasinya ke dalam puisi, dengan terus berlatih dan membaca karya-karya penulis lainnya akan membuat penulis semakin mantap menata kata-kata untuk sebuah puisi. Teruslah menulis, ditunggu karya selanjutnya.

Salam santun, salam karya.

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

Kau, Aku dan Indonesia

Karya: Atik Mar’atusholihah

Sederet  kisah tertuang dalam indahnya puisi..
Indonesia berkisah puisi dimatamu..
Kekayaan bahasamu mempertajam kami mengkhayati penuh inspirasi..
Engkau kaya akan rangkaian kata indah menyeimbangkan suasana..
Penuh kreatif mengolah barisan kalimat yang membuka mata kami..
Merenungi semua makna puisimu..
Tetesan berpeluh taubat menjadi aura kami..
Keheningan berimajinasi membangun kekuatan makna puisimu..
Engkau tonggak bagi Bangsa Indonesia..
Menghipnotis kalbu menyadari bumi pertiwi yang menangis..
Inginkan semangat jiwa pengorbanan pemuda-pemudi berikrar semangat Indonesia..
Petuah bijak yang engkau tuliskan didalam puisi cinta bangsa..
Selalu mengalir dalam darah..
Berpacu, membuka Indonesia baru penuh realita bahagia..
Engkau anak bangsa berhati puitis..
Engkau berjiwa kata romantis..
Romantis dalam detak jantung Bangsa..
Membujuk dalam sekejap pikiran membaca..
Meskipun kita terpisah oleh batu nisan..
Setumpuk perjuanganmu selalu diabadikan..
Nan setia membangun jiwa raga anak cucu Indonesia..
Tetesan air mata menuntut kau kembali di tengahnya..
Sungguh sialah bertindak..
Dia hanya bisa merealisasikan..
tapi..
Namamu dalam hati kami..
Tekadmu dalam tekad kami..
Terekam memory perjuangan untuk Indonesiaku..
Heningkan cipta..
Untuk pahlawan tercinta..

[www.famindonesia.com]

Gambar sekadar ilustrasi, diambil dari google.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...